Terkena COVID-19, Pilot Inggris Dirawat di AS Selama 243 Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nicholas Synnott, seorang pilot Inggris di Amerika Serikat (AS) dinyatakan sembuh dari COVID-19 usai menjalani perawatan akibat infeksi virus corona selama 243 hari.

Pria 59 tahun ini awalnya dilarikan ke rumah sakit di Texas karena jatuh sakit akibat infeksi virus corona. Pilot British Airways tersebut mengalami gangguan pernapasan dan harus mendapatkan bantuan ventilator serta mesin jantung dan paru-paru.

Dikutip dari The Sun pada Kamis (28/1/2021), apabila rata-rata rawat inap pasien COVID-19 di rumah sakit AS adalah tiga hingga lima hari, Nicholas menghabiskan waktu hingga delapan bulan di UT Health and Memorial Hermann Hospital.

"Setiap organ di tubuhnya terdampak COVID-19," kata dokter Biswajit, kardiologis kepada ABC 30 News, seperti dikutip dari Sky News.

"Namun karena kesehatannya sangat baik ketika ia menjadi pilot sebelum sakit, ia bisa mempertahankan semua itu dan bertahan hidup dari sesuatu yang serius seperti ini," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Dukungan Istri dan Keinginan Kembali ke Buah Hati

ilustrasi rumah sakit | pexels.com/@oles-kanebckuu-34911
ilustrasi rumah sakit | pexels.com/@oles-kanebckuu-34911

Sang istri Nicola, menghabiskan setiap hari menemaninya di samping tempat tidur saat Nicholas dirawat, sebelum ia diperbolehkan pulang tepat sebelum Natal 2020.

"Saya mengalami fase gelap di mana secara psikologis ada masalah yang harus saya tangani," kata Nicholas yang sudah kembali ke rumahnya di Betchworth, Surrey, Inggris.

"Itu adalah perjalanan yang sulit, namun kita tiba di tempat kita saat ini berada," katanya. "Dengan dukungan istri saya dan pikiran untuk kembali ke anak-anak saya," kata ayah dari dua anak ini menambahkan.

Kesembuhan Nicholas pun disambut kegembiraan dari para tenaga kesehatan yang merawatnya saat itu. Dokter Bindu Akkanti yang terlibat dalam perawatannya mengaku selalu mempertanyakan apakah Nicholas benar-benar masih hidup.

"Selalu ada pertanyaan, 'Apakah dia ada di sana?' Mengingat jumlah obat yang sangat banyak, masalah multi-organ lainnya yang terjadi," ujarnya. "Saya pikir kami semua di tim setuju bahwa itu karena istrinya."

Nicholas pun berharap agar ia bisa kembali ke Houston, untuk mengunjungi secara langsung kebun binatang yang ia lihat setiap hari dari jendela rumah sakitnya. Selain itu, dia ingin mengucapkan terima kasihnya kepada semua yang membantunya selama perawatan.

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini