Terkena Serangan Roket, Presiden Yaman Jalani Operasi di Saudi

Terkena Serangan Roket, Presiden Yaman Jalani Operasi di Saudi

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, menjalani dua operasi di sebuah RS di Arab Saudi, setelah terkena serangan roket yang ditembakkan ke istana kepresidenan saat sedang salat, Jumat, pekan lalu.

Dilansir televisi pemerintah Arab Saudi, Ekhbariya, melaporkan ini dan sang presiden berjanji akan segera kembali ke Yaman setelah sembuh.

Saleh berada di Arab Saudi untuk pengobatan lanjut meski sebelumnya dilansir pernyataan jika luka yang dialami sang presiden tidak terlalu parah.

Sembilan orang yang terluka di antaranya sang presiden juga perdana menteri, penasihat keamanan Saleh, serta dua anggota parlemen, dan imam masjid. Sementara, tujuh pasukan pengamana tewas.

Kekerasan terus berlanjut di Yaman saat tiga anggota suku Hashed tewas ditembak sniper tentara pemerintah Yaman meskipun ada perjanjian gencatan senjata di kedua belah pihak. Hal ini disampaikan juru bicara suku Hashed, Abdulqawi Al-Qaisi,dan dikutip AP.

Perjanjian gencatan senjata dibuat Minggu dini hari antara pemimpin suku Hashed, Sadeq Al-Ahmar, yang melawan pemerintah Yaman, dengan Wakil Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel