Terkendala Aturan Penggunaan MyPertamina, Nelayan di Jambi Sulit Dapat Solar

Merdeka.com - Merdeka.com - Sudah empat hari sejak pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengeluh terkendala penggunaan aplikasi MyPertamina dalam membeli BBM. Edy Mubarok salah satu nelayan menuturkan, imbasnya nelayan tidak bisa melaut mencari ikan.

"Sudah satu pekan kami tidak melaut untuk mencari ikan dikarenakan tidak mendapatkan BBM jenis solar," kata Edy Mubarok, Selasa (6/9).

Dia mengatakan bahwa pemerintah mengeluarkan aturan yang membuat masyarakat sulit. "Karena beli minyak harus dengan aplikasi sangat berefek dengan ketersediaan solar untuk para nelayan, karena penyedia BBM dan nelayan tidak bisa membeli solar dengan banyak. Kemudian tidak dimungkinkan juga nelayan beli sendiri ke SPBU yang cukup jauh," ucap Edy Mubarok.

Menurut dia, kebutuhan solar bagi para nelayan diprediksi hingga tiga ton. Namun untuk saat ini penyuplai solar sudah tidak ada lagi karena aturan yang cukup banyak.

"Kita jadi bingung ke mana lagi mencari minyak, kalau harga kayaknya nelayan tidak jadi masalah," bebernya.

Kemudian, Kata Edy, sempat berkomunikasi dengan pengelola SPBU dan pemerintah Kabupaten untuk mencari solusi bagi para nelayan yang saat ini kesulitan.

"Kami dengar kabar bahwa dari pihak SPBU dan pemerintah kabupaten itu akan menemui pihak Pertamina di Jambi agar melihat kondisi mereka alami saat ini," pungkasnya.

Reporter: Hidayat [cob]