Terkuak, 6 Kunci Pertanyaan VP Google Setiap Melakukan Wawancara Calon Pekerja

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Memiliki kesempatan bekerja di perusahaan besar hampir jadi impian semua orang. Tidak terkecuali bermimpi untuk bisa menjadi bagian dari Google, perusahaan teknologi raksasa yang terkenal punya standar tinggi saat merekrut karyawannya.

Wakil Presiden Google untuk Kerjasama Global, Bonita Stewart menyebut empat hal yang dianggapnya paling penting dimiliki setiap orang, yaitu konsentrasi, budaya, keberanian dan karakter. Nilai-nilai yang diturunkannya dari sang Ayah.

Disamping itu, selama pengalamannya tiga dekade bekerja di perusahaan besar dan hampir 15 tahun di Google.

Melansir laman CNBC, dia membocorkan sedikitnya ada enam penilaian penting yang selalu ia pertimbangkan saat merekrut pegawai baru, khususnya untuk Google. Apa saja?

1. Keterampilan yang Bisa Ditransfer, Pengalaman

Menurut Bonita, bergantung pada posisi apapun yang akan kamu daftar, memiliki pengalaman yang relevan pada bidang itu sangatlah penting. Ini tidak sepenuhnya hanya pengalaman akademik, karena keahlian bisa didapatkan lewat berbagai cara.

Bisa jadi seseorang tanpa gelas Master atau S2 mampu mendapatkan pengalamannya yang luar biasa lewat kesibukannya di luar pekerjaan. Seperti menekuni hobi atau terlibat dalam project sosial yang menarik.

Misalnya bagi freshgraduate yang akan mendaftar untuk bidang marketing. Jika tidak memiliki lampiran yang cukup banyak untuk pengalaman magang di bidang tersebut, dia bisa menggunakan pengalamannya mengabdi di masyarakat sebagai pembuktian keterampilannya.

Dia bisa menceritakan apa yang dilakukannya untuk membuat orang lain tertarik berpartisipasi di acaranya.

2. Ajukan Pertanyaan

Mengajukan pertanyaan saat interview menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi pada bidang tersebut, dan juga menjadi penilaian penting hampir di semua perusahaan.

Coba tanyakan hal-hal strategis, seperti pertanyaan berupa tawaran tindakan pada masalah-masalah tertentu, atau menanyakan hal-hal yang menyangkut operasional kantor, produk hingga kepemimpinan.

Misalnya, pertanyaan seperti "apa hal yang dibutuhkan tim di bidang (X) yang belum dilakukan sekarang?" atau "Tim anda sudah berkinerja baik di (X), namun bagaimana jika meminta seseorang untuk melakukan (Y), yang menurut sata dapat membantu meningkatkan (Z)".

3. Buat Target tapi Jangan Hanya tentang Dirimu Sendiri

Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van
Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van

Tips berikutnya ialah tunjukkan kemampuan menghargai orang lain di setiap pencapaian yang sudah dibuat. Menurut Bonita, memiliki pola pikir 'kami' jauh lebih dihormati karena mereka berpikir bahwa kesuksesaan datang dari kerjasama tim, bukan hanya kontribusi pribadi.

"Saya ingin merekrut orang yang membangkitkan semangat bukan merusak, semangat tim" ujar Bonita.

Karena itu, berbicaralah tentang pencapaian dari sudut pandang kontribusi orang-orang sekitar atas pencapaian itu.

Menekankan bahwa kesuksesan tersebut didapatkan sendiri hanya membuat pewawancara yakin bahwa kamu tidak bisa bekerja dengan baik sebagai sebuah tim.

4. Mengakui Kesalahan

Mulai berangkat dari perspektif bahwa semua orang melakukan kesalahan. Ceritakan kepada pewawancara proyek apa saja yang sudah kamu lakukan namun tidak sesuai rencana. Tunjukkan juga bagaimana cara mengatasinya dan apa yang sudah dipelajari.

Tidak peduli seberapa pintar seseorang, menurut Bonita, masalah itu pasti akan datang. Dan dalam wawancara, pewawancara hanya ingin mengetahui bagaimana kamu menanggapinya. Catatan penting lainnya ialah, sampaikan detail cerita tersebut secara sederhana dan mudah diikuti.

5. Kepribadian yang Tangkas

Akselerasi teknologi memungkinkan perubahan pada budaya bisnis sudah menjadi hal yang biasa. Pastikan kamu memahami dengan baik perusahaan yang akan dimasuki dan mengidentifikasi perspektif unik apa yang bisa dibawa.

Seperti yang disebutkan Bonita, ia mencari pekerja yang bersemangat membantu klien Google, sehingga saat sebuah industri berkembang misalnya media dan berita, perusahaannya memiliki talenta tepat yang mampu menghasilkan strategi kreatif untuk klien mereka.

Selain itu, ketangkasan lainnya ialah berpikir cepat, memimpin dengan inovasi serta terbuka dalam menerima ide-ide baru yang datang darimanapun.

6. Tunjukkan Kemampuan Bekerja dalam Tim

Yang terakhir adalah kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja dalam tim. Bonita menyebut keterampilan dan kekuatan tim bertujuan untuk saling melengkapi dan memastikan bahwa tidak ada yang menjadi 'satu-satunya' di tempat kerja.

Pertimbangan kontribusi apa yang bisa kamu berikan pada tim, dan tentunya kesadaran diri sangat penting bagi setiap orang. Jika memahami posisi diri masing-masing, ini akan membantu menyebarkan energi positif bagi tim.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Ini