Terkuak Alasan Harga LPG Nonsubsidi Harus Naik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina menaikkan harga LPG nonsubsidi berkisar antara Rp 1.600 - Rp 2.600 per kilogram (Kg) di Desember 2021 ini.

Harga LPG nonsubsidi naik untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021.

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting menuturkan jika tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021.

Di mana pada November 2021 mencapai 847 USD/metrik ton. Ini merupakan harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57 persen sejak Januari 2021.

"Penyesuaian harga LPG nonsubsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," jelas Irto Ginting saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (26/12/2021).

Dia menuturkan alasan penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang bervariasi demi mendukung penyeragaman harga LPG kedepan serta menciptakan fairness harga antar daerah. Adapun saat ini, porsi konsumsi LPG nasional hanya sebesar 7,5 persen.

Perbandingan dengan Negara Lain

Petugas merapikan bright gas 5,5 kg dan 12 kg di SPBU Cikini, Jakarta, Rabu (8/4/2020). PT Pertamina (Persero) melalui MOR III mencatat peningkatan konsumsi LPG nonsubsidi rumah tangga sebesar 25 persen di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dalam sepekan terakhir.(Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas merapikan bright gas 5,5 kg dan 12 kg di SPBU Cikini, Jakarta, Rabu (8/4/2020). PT Pertamina (Persero) melalui MOR III mencatat peningkatan konsumsi LPG nonsubsidi rumah tangga sebesar 25 persen di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dalam sepekan terakhir.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski ada kenaikan, dia memastikan jika harga LPG nonsubsidi Pertamina masih kompetitif bila dibandingkan dengan negara lain, yakni sekitar Rp 11.500 per kilogram per 3 November 2021.

Harga kompetitif bila dibandingkan Vietnam sekitar Rp 23.000 per kg, Filipina sekitar Rp 26.000 per kg, dan Singapura sekitar Rp 31.000 per kg.

Sementara untuk Malaysia dan Thailand diakui harga LPG relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing.

Pertamina akan memastikan stok dan distribusi LPG berjalan dengan maksimal serta melanjutkan edukasi penggunaan LPG yang tepat sasaran

"Untuk informasi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina call center 135," tegas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel