Terkuak Alasan Investor Muda Gandrungi Investasi Mata Uang Kripto

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Investor baru yang muncul beberapa tahun belakangan ini mengubah norma yang sudah berlaku terkait pilihan investasi.

Para generasi muda ini banyak yang memilih berinvestasi dengan mata uang digital mata uang kripto (cryptocurrency).

Ternyata memang dari sebuah survei menemukan jika investor baru ini berpeluang dua kali lipat untuk memiliki mata uang kripto.

Menurut survei CNBC dan Momentive, Rabu (20/10/2021), mencatat jika para investor mulai beralih ke digital untuk mencari saran mengenai dunia investasi. Survei yang dilakukan melibatkan 5.500 orang dan 45 persennya adalah investor.

Sekitar seperempat dari investor (45 persen), sudah memulai berinvestasi dan antusias menyambut kedapatan mata uang kripto pada 2020 hingga sekarang.

Rentang investasi berusia 18-34 tahun memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar dibanding investor yang lebih tua.

Tidak hanya itu, mereka hampir dua kali lebih mungkin menggunakan media sosial untuk mencari referensi dan ide investasi dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya, yaitu 35 persen berbanding 18 persen.

Adapin, penggunaan aplikasi tersebut merupakan aplikasi self-service yang dijadikan sebagai cara utama untuk mengelola investasi, hasilnya ditemukan 57 persen berbanding 31 persen dibandingkan investor lain yang lebih berpengalaman.

Alasan di Balik Investasi Kripto

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Banyak dari para investor muda menganggap bahwa berinvestasi dalam bentuk mata uang kripto lebih menguntungkan hingga dalam jumlah yang besar.

Ketika ditanya, ‘Bagaimana Anda akan menginvestasikan uang sebesar USD 1000 (Rp14,08 juta) dalam setahun ke depan?’. Hasil yang ditemukan sebanyak 21 persen investor muda (18-34 tahun) menjawab akan menginvestasikannya ke dalam Bitcoin.

Kemudian, di antara investor lainnya secara keseluruhan usia, 44 persen memang tertarik pada potensi dari pertumbuhan yang tinggi dalam waktu singkat, yang mana memiliki investasi risiko tinggi, sedangkan 60 persen lebih memilih investasi jangka panjang atau berisiko rendah.

Cryptocurrency sudah mengalami kenaikan yang cukup mengejutkan selama setahun terakhir ini, salah satunya Bitcoin. Sebagai mata uang kripto terbesar di dunia, rekor tertinggi yang pernah dicapai adalah lebih dari USD 63 ribu (Rp887,3 juta) pada awal April 2021, sebelum akhirnya jatuh di sekitar angka USD 30 ribu (Rp422,5 juta).

Meskipun nilainya yang sangat fluktuatif, bagi investor muda yang menyukai investasi risiko tinggi, tentunya kegiatan ini akan sangat menantang bagi mereka. Penurunan nilai yang terjadi juga tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap berinvestasi di dalamnya.

Cara Berinvestasi dengan Benar

Ilustrasi investasi (Foto: Unsplash/Austin Distel)
Ilustrasi investasi (Foto: Unsplash/Austin Distel)

“Sebelum memilih untuk berinvestasi di kripto, mereka harus memahami tentang jenis investasi yang dipilih. alasan melakukannya, lalu memahami risiko yang ada,” jelas kepala investasi di ClearPath Capital Partners di San Francisco Simon Tryzna.

Jangan memasukkan uang terlalu banyak bila Anda tidak sanggup kehilangan uang tersebut. Penasihat keuangan merekomendasikan untuk menyalurkan 5-10 persen dari portofolio investasi Anda untuk sesuatu yang lebih menarik. Misalnya, kripto atau saham individu.

Sisa dari uang tersebut dapat Anda letakan atau masukan pada sesuatu yang memiliki risiko lebih rendah dan bisa dilakukan pelacakan. Agar mempermudah Anda untuk meraup keuntungan lebih besar dibanding menaruhnya semua pada investasi jangka pendek.

“Investasikan dalam dana yang tidak Anda perlukan setidaknya selama satu dekade,” tegas Certified Financial Planner (CFP) dan kepala sekolah di Safran Wealth Advisors Erika Safran.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel