Terkuak Alasan Ustaz Gondrong Tipu-tipu Gandakan Uang

Dusep Malik, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Herman alias Ustaz Gondrong mengaku jika trik sulap menggandakan uang dilakukan agar orang-orang percaya kalau dia sakti sehingga mereka mau memakai jasanya. Hal ini juga agar istrinya, NP yang berumur 18 tahun tertarik pada dirinya yang sudah tua bangka.

"Pakai trik ini biar dia tertarik," kata Herman kepada wartawan, Selasa 23 Maret 2021.

Herman menyebut kalau dirinya yang meminta NP merekam aksinya menggandakan uang yang sebenarnya tipu-tipu. Dia juga meminta orang-orang yang datang saat itu merekamnya.

Ustaz Gondrong meyakini dirinya viral karena video salah satu orang yang hadir hari itu. Kata dia, hari itu warga yang datang cukup banyak dan video ditonton juga oleh cukup banyak orang.

"Yang merintahkan direkam saya," katanya lagi.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan sebuah unggahan video penggandaan uang dengan memanfaatkan kotak ajaib dan jenglot. Dalam video berdurasi 12 menit, aksi menggandakan uang membuat geger warganet.

Sehari kemudian, identitas pelaku penggandaan uang terungkap. Pelaku yang disebut-sebut warga Bekasi itu diketahui tinggal di RT 01 RW 03 Gang Veteran, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Rumah bercat merah muda itu rupanya sudah sepi. Pelaku Herman diketahui hanya mengontrak rumah sekitar empat tahun lalu. Atas perbuatannya, Herman sudah digelandang ke Polres Metro Bekasi Kabupaten.

"Dia (Herman) baru tinggal di sini sekitar 3 sampai 4 tahun lalu, kondisinya mengontrak," kata Ketua RT 01 Mubaidi, Senin, 22 Maret 2021.

Menurut Mubaidi, dia pernah mendapat kabar banyak warga pendatang yang mencari Ustaz Herman di wilayahnya. Namun karena banyak ustaz di wilayahnya jadi warga pun tak menghiraukan praktik itu.

Mubaidi menjelaskan, warga sekitar tak mempedulikan sosok Herman yang bisa menggandakan uang. "Warga di sini tidak mau ambil pusing," katanya.

Saat ini, kasus Herman masih dalam penanganan Polres Bekasi Kabupaten. Sedangkan, Herman masih dalam pemeriksaan polisi.