Terkuak Asal Inspirasi Motif Batik di Area Run Off Sirkuit Mandalika

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tak lama lagi, Indonesia akan menggelar dua ajang balap motor bergengsi di dunia, yaitu World Superbike (WSBK) dan MotoGP. Keduanya dilaksanakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika.

Hal uniknya, area run off Pertamina Mandalika International Street Circuit ini dicat dengan motif batik.

Corporate Communication ITDC, Esther Ginting mengatakan jika motif batik di sirkuit ini terinspirasi kain tenun ikat khas Sasak.

"Ya, motif tersebut terinspirasi dari motif ukiran dan kain tenun ikat khas Sasak," kata Esther kepada Liputan6.com, Minggu (7/11/2021).

Melalui postingan di laman Instagram PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC tampak area run off sirkuit yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut dicat dengan warna merah, putih dan hijau.

"Selamat pagi dari The Mandalika! Bagaimana nih menurut kalian tampilan finishing dari Run Off Area Pertamina Mandalika International Street Circuit? Cantik bukan?," tulis laman @itdc_id di Instagram.

Tampak jika pengecatan run off ini memakai motif tertentu yang ternyata merupakan motif batik tenun ikat khas Sasak.

Intip Kecanggihan Aspal Sirkuit Mandalika, Termulus di Indonesia?

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Sirkuit Mandalika
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Sirkuit Mandalika

Lintasan utama Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang 4,310 kilometer diketahui memiliki 17 tikungan.

PT PP menerapkan inovasi dalam sistem pengaspalan sirkuit tersebut. Salah satunya menggunakan metode BIM untuk memenuhi spesifikasi khusus di pembangunan proyek Sirkuit Mandalika.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PTPP Novel Arsyad saat mendampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirdjoatmodjo meninjau progress persiapan Sirkuit Mandalika dalam menyambut ajang World Superbike (WSBK) yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 November 2021 mendatang.

PTPP dapat menyelesaikan pembangunan lintasan utama MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan standar mutu dari Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) dengan kategori sirkuit kelas A untuk dapat digunakan dalam event grand prix.

"Dalam pelaksanaan pengerjaan pengaspalan jalan tersebut, PTPP menerapkan inovasi dan teknologi terkini untuk memenuhi spesifikasi tinggi dari Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM)," kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad belum lama ini.

"Tentunya, tidak hanya dapat digunakan dengan kecepatan tinggi namun Sirkuit Mandalika juga tetap memperhitungkan keamanan para pengguna lintasan dengan sangat baik. Jalan lintasan Sirkuit Mandalika termasuk aman dikarenakan memiliki safety area, seperti Run off Asphalt dan Run of Gravel yang luas," lanjut dia.

Metode pengaspalan dilakukan secara teliti dan terencana karena pengaturan rute dan ketebalan seluruhnya dilakukan secara otomatis. Pengaspalan dapat terus berlangsung dan tidak ada waktu tunggu untuk suplai hotmix ke finisher.

Untuk menjaga mutu, PTPP menggunakan 2 Paver yang dikendalikan secara otomatis dengan berbasis automatic hydraulic controler dengan alat yang bernama MMGPS untuk mencapai Elevasi dan Super Elevasi rencana yang presisi.

PTPP menggunakan 2 finisher agar tidak terjadi cold join sambungan memanjang. PTPP menerapkan campuran aspal khusus untuk digunakan pada sirkuit balap, yaitu Stone Mastic Asphalt (SMA).

Adapun keunggulan yang dimiliki oleh aspal SMA, salah satunya adalah daya cengkram dengan roda yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kecepatan dan kemudahan manuver berkendara pada rider.

"Lintasan sirkuit yang dibangun oleh PTPP ini merupakan sirkuit MotoGP pertama di Indonesia yang memiliki hasil pengaspalan termulus berkat teknologi yang digunakan dalam pembangunannya," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel