Terkuak Jumlah Gelembung Bir yang Bikin Geli Hidung Waktu Diminum

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat segelas bir dituang ke gelas maka aliran desis berbusa akan naik ke permukaan. Gelembung-gelembung kecil ini membentuk lapisan busa yang menggelitik hidung ketika diminum.

Pada awalnya, aliran karbonasi berbusa ini nampak tidak ada habisnya. Tapi, pernahkah Anda berpikir, berapa banyak gelembung muncul dari segelas bir sebelum menghilang?

Gerard Liger-Belair, guru besar fisika kimia Universitas Reims Champagne-Ardenne di Prancis, sebelumnya telah menjelajahi subjek berbuih di Champagne. Ia mengaku telah menghitung bahwa satu gelas bir menghasilkan sekitar 1 juta gelembung.

Baru-baru ini, Gerard mengintip ke dalam gelas bir dan menemukan bahwa mereka menghasilkan gelembung dua kali lebih banyak dari Champagne, atau hingga 2 juta gelembung bisa muncul di gelas.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang-orang telah membuat dan minum bir setidaknya selama 5 ribu tahun, dan mungkin 13 ribu tahun. Bir merupakan minuman beralkohol paling populer di seluruh dunia dengan produksi global mencapai 200 miliar liter per tahun dan gelembung busa adalah bagian terpenting.

"Penting bagi kami untuk membawa lebih banyak pengetahuan tentang pembentukan serta ukuran gelembung, dan masalah jumlah total gelembung yang mungkin terbentuk dalam segelas bir sepanjang proses degassing alami," kata dia, seperti dikutip dari situs Livescience, Selasa, 4 Mei 2021.

Bir umumnya terbuat dari empat bahan, yakni biji-bijian sereal malt, hop, ragi, dan air yang kemudian difermentasi. Proses ini memecah karbohidrat untuk menghasilkan alkohol, gula, dan karbondioksida (CO2).

Saat bir dibotolkan atau dikalengkan, maka CO2 ditambahkan sehingga menciptakan tekanan di dalam wadah. Setelah segel kaleng atau botol rusak, maka cairan menjadi jenuh dengan CO2 yang kemudian dilepaskan sebagai gelembung kecil hingga luber.

Untuk penelitian ini, Gerard bersama para ilmuwan lainnya mengamati bir yang mengandung 5 persen alkohol berdasarkan volume. Lalu, menuangkannya sekitar 250 mililiter bir pada suhu 6 derajat Celcius ke dalam gelas 500 ml.

Mereka menemukan bahwa jumlah keseluruhan gelembung bir sebagian besar akan dipengaruhi oleh tiga faktor. Ketiganya yaitu konsentrasi CO2 yang terlarut dalam gelas, volume gelembung, dan titik di mana bir CO2 habis sehingga tidak ada lagi gelembung yang dapat terbentuk.

Cacat kecil pada gelas bir juga menyebabkan gelembung CO2 muncul dari cairan. CO2 yang terlarut akan terkumpul di sekitar lubang dan celah yang lebarnya lebih dari 1,4 mikrometer sehingga membentuk aliran gelembung.

Fotografi kecepatan tinggi kemudian menunjukkan gelembung semakin membesar saat mereka naik, menangkap lebih banyak CO2 dari bir. Secara total segelas bir dengan volume ini akan menghasilkan antara 200 ribu hingga 2 juta gelembung.