Terkuak Penyebab Innova Ditembus Besi Pembatas Jalan di Jakarta

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVAKecelakaan lalu lintas yang terjadi pada akhir pekan kemarin di Jakarta, membuat kaget banyak orang. Mobil Toyota Innova yang diketahui milik PT Silver Bird menabrak pembatas jalan di kawasan Layang Kuningan.

Peristiwa itu kemudian jadi viral, karena kondisi mobil cukup mengejutkan. Bagian grille bolong ditembus besi pembatas, yang masuk hingga ke dalam kabin.

Sementara itu, dari video yang diunggah oleh Traffic Management Center Polda Metro Jaya, terlihat kaca depan retak namun bodi kendaraan dalam keadaan utuh.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman NTMCPolri, Senin 4 Januari 2021, peristiwa itu terjadi di Jalan Gatot Soebroto, Setiabudi, Jakarta Selatan, tepatnya di depan gedung Balai Kartini sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan bahwa kecelakaan diduga akibat pengemudi kurang berhati-hati saat melajukan kendaraannya.

“Kendaraan yang dikemudikan RHS melaju dari arah barat menuju ke arah timur. Diduga kurang hati-hati dan tidak konsentrasi, Toyota Kijang Innova oleng ke kanan dan menabrak pagar pembatas jalan layang Kuningan,” ujarnya.

Dalam kejadian itu, kata Fahri, tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kerusakan tidak hanya terjadi pada kendaraan saja, namun juga infrastruktur jalan.

Sebagai informasi, peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial karena dalam tayangan video terlihat setir dalam kondisi utuh, tidak ada kantung udara atau airbag yang mengembang.

Menurut informasi dari laman resmi Toyota Indonesia, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelindung tersebut tidak mengembang, salah satunya apabila kendaraan menabrak tiang tepat di bagian tengah bumper.

Peranti tersebut memiliki nama lengkap Supplemental Restraint System atau SRS Airbag. Sesuai namanya, alat ini sifatnya hanya tambahan, bukan sebagai pelindung utama.

Sebab, ada sensor yang menentukan kapan harus mengembang. Biasanya, letak sensor ada di dekat lampu utama di sisi kiri dan kanan. Selain membaca benturan, alat ini juga mendeteksi kecepatan kendaraan, jika terlalu rendah maka kantung udara tidak akan diaktifkan.