Terkuak, Perang Kirgistan-Tajikistan Meletus Gara-gara Rebutan Air

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Konflik bersenjata yang melibatkan militer Kirgistan dan Tajikistan meletus di Batken, wilayah perbatasan yang disengketakan kedua negara.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 29 April 2021, kontak tembak yang terjadi di Batken tak hanya melibatkan tentara. Baik militer Kirgistan maupun Tajikistan bahkan sampai mengerahkan sejumlah unit tank dan kendaraan lapis baja.

Menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Al Araby, seorang warga sipil tewas akibat pertempuran itu. Kemudian yang terbaru, tercatat sudah ada 31 orang warga sipil lainnya yang mengalami luka-luka.

Situasi di Batken sebenarnya mulai memanas pada Rabu 28 April 2021 lalu. Kabarnya, warga Tajikistan yang berada di Batken sengaja memasang kamera CCTV di sejumlah tiang listrik, dekat Bendungan Golovnaya, desa Kok-Tash, provinsi Khatlon.

Ternyata, pemasangan CCTV itu mendapat tentangan dari warga Kirgistan yang juga berada di sekitar wilayah itu. Warga Kirgistan ini mendesak para warga Tajikistan untuk segera melepas CCTV yang telah dipasang.

Desakan warga Kirgistan rupanya tidak digubris oleh para warga Tajikistan. Bentrokan sipil pun terjadi. Warga Kirgistan dan Tajikistan saling lempar batu, hingga pada akhirnya armada militer Kirgistan dan Tajikistan terlibat.

Baik Kirgistan maupun Tajikistan sebenarnya sudah terlibat konflik di wilayah perbatasan Batken sejak 1990, pasca runtuhnya negara komunis Uni Soviet. Perang Kirgistan-Tajikistan meletus sebagai akibat dari sengketa infrastruktur air, dalam hal ini Bendungan Golovnaya.

Lebih dari sepertiga wilayah perbatasan Kirgistan-Tajikistan yang disengketakan, berada di sekitar Varoukh, daerah administratif yang secara de-facto masuk ke dalam teritorial Tajikistan.