Terkubur 2000 Tahun, Kedai 'Fastfood' di Pompeii Siap Dibuka

Renne R.A Kawilarang, BBC Indonesia
·Bacaan 1 menit

Sebuah kedai "makanan siap saji" di kota Pompeii, peninggalan Romawi kuno, yang hancur karena letusan gunung merapi 2.000 tahun silam, akan dibuka untuk publik - hanya untuk dipamerkan - tahun depan.

Meja kedai yang dikenal sebagai thermopolium, berfungsi untuk menyajikan makanan dan minuman panas kepada penduduk setempat.

Kedai dengan lukisan-lukisan cerah di bagian dindingnya, dan toples tembikar dari tanah liat ini ditemukan pada 2019 lalu dan diresmikan pada Sabtu kemarin.

Kota Pompeii terpapar letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

Letusan itu telah mengubur Pompeii dalam lapisan abu tebal, yang mengawetkan kota dan segala yang ada di dalamnya, dan menjadikannya sebagai sumber penting bagi para arkeolog.

Lukisan-lukisan yang ditemukan di meja kedai ini diyakini menunjukkan sejumlah menu makanan yang ditawarkan kepada pembeli, termasuk menu ayam dan bebek.

Jejak-jejak daging babi, ikan, siput dan sapi juga ditemukan di dalam toples dan wadah lainnya.

A fresco depicting two ducks and a rooster
Bebek dan ayam kemungkinan adalah menu makanan yang ditawarkan kepada pembeli.

Direktur taman arkeologi Pompeii, Massimo Ossana mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penemuan ini "luar biasa".

"Untuk pertama kalinya, kami menggali secara menyeluruh thermopolium," katanya.

Situs Pompeii, yang terletak sekitar 23km di tenggara kota Napoli, saat ini ditutup karena pandemi virus corona, tapi pihak taman berharap akan membukanya kembali pada saat Paskah.

Sekitar sepertiga kota kuno ini belum tergali secara penuh, akan tetapi penemuan dari situs ini terus bermunculan.

Bulan lalu, para arkeolog menemukan sisa-sisa jasad dua pria yang diyakini memiliki status sosial bersama budaknya yang tewas selama letusan gunung tersebut.