Terlanjur Disuntikkan Vaksin Kosong, Perlukah Pantauan Dokter?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Penyuntikan vaksin COVID-19 kosong yang terjadi beberapa waktu lalu di sebuah sentra vaksinasi di daerah Pluit, Jakarta Utara, menimbulkan keresahan di masyarakat.

Banyak yang bertanya-tanya apakah hal tersebut berbahaya bagi tubuh atau tidak. Spesialis penyakit dalam, dr. Virly Nanda Muzellina, SpPD, menegaskan, meski dosis vaksin yang disuntikkan kosong, hal itu tidak berbahaya, pun tidak menimbulkan efek jangka panjang.

Lalu, ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang yang sudah terlanjur disuntik vaksin kosong, perlu pemantauan dari dokter. Benarkah demikian? Itu mitos atau fakta?

"Fakta. Karena supaya terpantau aja. Tapi tidak harus selalu sebenarnya. Tetap butuh pemantauan, karena begitu tahu 'wah disuntikkan dalam jumlah kosong nih' tapi itu kan di otot. Kalau di otot itu efeknya sangat kecil dan minimal," ujar dr. Virly dalam tayangan Hidup Sehat tvOne, Rabu 18 Agustus 2021.

Virly lebih jauh menjelaskan, maksudnya butuh pemantauan adalah agar masyarakat tidak lengah jika seandainya sampai diberikan vaksin kosong.

Namun Virly mengungkap, sebenarnya kondisi yang berbahaya adalah jika vaksin yang disuntikkan bukan di otot, tapi di pembuluh darah. Apa alasannya?

"Karena kalau langsung masuk ke pembuluh darah itu ada risiko yang namanya emboli paru. Jadi si udara itu akan masuk ke jantung. Tapi tergantung juga kalau jantungnya sehat bisa mentolerir," kata dia.

"Tapi, kalau dalam jumlah yang besar akhirnya udara itu bisa berjalan ke mana-mana, sehingga menyebabkan sumbatan di mana-mana," tutur dr. Virly Nanda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel