Terlempar dari Piala Menpora, Persebaya Pulang dengan Kepala Tegak Menatap Liga 1

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Setahun yang lalu, pelatih Persebaya Aji Santoso mungkin tak pernah menyangka wajah tim yang diasuhnya bakal mengalami perubahan drastis seperti saat ini. Musim lalu Tim Bajul Ijo diperkuat oleh pemain-pemain top.

Persebaya diperkuat pemain asing macam Makan Konate dan David da Silva yang termasuk pemain impor kelas satu di Indonesia. Sementara di jajaran pemain lokal ada Hansamu Yama, Irfan Jaya, hingga Rahmat Irianto yang merupakan pemain tim nasional Indonesia.

Namun pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Kompetisi dihentikan dan tim harus vakum tanpa kegiatan selama berbulan-bulan.

“Hampir setahun tim vakum dari kegiatan tatap muka langsung. Sempat ada latihan virtual, tapi kan hal itu tetap saja kurang efektif. Tim pelatih hanya bisa memberikan PR latihan ke pemain. Terlepas dari itu, kembali ke kesadaran pemain untuk menjaga kondisi sendiri, karena harus latihan mandiri di rumah,” kata Aji.

Dampak kompetisi terhenti dan kegiatan tim yang vakum membuat pemain asing memutuskan pergi. Tak hanya itu, pemain bintang seperti Hansamu dan Irfan belakangan juga pamit. Sebagai pelatih yang juga mantan pemain, Aji memahami kondisi yang dihadapi pemain.

“Saya tak mungkin menghalangi mereka yang pergi. Manajemen pun juga bersikap demikian. Pemain punya hak menentukan nasib setelah kompetisi dihentikan dan belum ada kepastian kapan dimulai lagi,” lanjut Aji yang menjadi kapten tim saat Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia 1997.

Keputusan untuk membiarkan pemain pergi ini sebetulnya juga menimbulkan pendapat pro-kontra di kalangan suporter. Ada yang menilai manajemen tak serius untuk menangani tim. Namun banyak juga yang menyebut keputusan itu realistis. Kalangan yang setuju dengan langkah manajemen ini menilai kepergian pemain bintang dan asing itu membuat pemain muda punya kesempatan besar untuk naik kelas ke tim utama.

Meramu Tim

Samsul Arif dan Rendi Irwan, pemain senior yang menjadi pilar tim Persebaya di Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal)
Samsul Arif dan Rendi Irwan, pemain senior yang menjadi pilar tim Persebaya di Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal)

Angin segar terkait kegiatan tim berhembus saat ada kepastian Piala Menpora 2021 digelar. Namun tugas berat langsung dihadapi Aji sebagai nakhoda tim. Materi pemain yang dimiliki Persebaya tak lagi sama. Lebih dari separuh pemain starter tak lagi berada dalam tim. Pemain yang tersisa juga tak pernah berlatih bersama selama berbulan-bulan.

“Setelah banyak pemain senior dan asing pergi, manajemen sudah memutuskan untuk memaksimalkan pemain muda. Saya sepakat,” tutur Aji.

Beruntung, Persebaya adalah salah satu tim eks Perserikatan yang punya kompetisi klub internal. Selama pandemi, kompetisi klub internal itu tetap berjalan. Aji kemudian meminta pelatih-pelatih klub internal itu untuk mengirim pemain yang dinilai punya potensi dan bisa memperkuat Persebaya di Piala Menpora.

Saat latihan perdana digelar, dua minggu sebelum kick off Piala Menpora, ada 10 pemain muda yang berasal dari klub-klub peserta kompetisi internal yang ikut bergabung ke tim Persebaya. Ada juga pemain asal Elite Pro Academy Persebaya seperti Akbar Firmansyah dan Dicky Kurniawan yang kemudian diramu dengan pemain lama yang masih ada.

Pemain senior Rendi Irwan, M. Syaifudin, Oktafianus Fernando, pemain muda yang bertahan seperti kapten Rahmat Irianto, Rizky Ridho, Supriadi, Hambali Tholib, dan M. Hidayat jadi kerangka tim. Tambahan tenaga datang dari pemain baru seperti kiper Satria Tama, Samsul Arif dan Ady Pratama.

Andalkan Pemain Muda

Pemain Persebaya Surabaya tampak lesu usai ditaklukkan Persib Bandung pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/4/2021). Persib Bandung menang atas Persebaya Surabaya 3-2 dan hasil ini membawa Maung Bandung ke semifinal.  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persebaya Surabaya tampak lesu usai ditaklukkan Persib Bandung pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/4/2021). Persib Bandung menang atas Persebaya Surabaya 3-2 dan hasil ini membawa Maung Bandung ke semifinal. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Meski telah menemukan pemain untuk mengisi tim, masalah belum selesai. Namun Aji punya modal pengalaman menangani pemain muda. Sosok berusia 51 tahun itu pernah melatih timnas U-17 Indonesia.

Ia juga mendirikan dan mengelola Aji Santoso International Football Academy yang banyak menggembleng pemain muda. Saat menangani klub seperti Persela, Aji pernah punya andil mengorbitkan bakat Saddil Ramdani, pemain timnas senior Indonesia yang kini merumput di Malaysia.

“Memilih pemain muda harus jeli. Bisa saja mereka tampil bagus dalam latihan, tapi pertandingan kondisinya lain. Bagaimana membuat mereka tampil nyaman, lepas, dan merasa bermain dengan pemain seusianya, itu hal yang penting dan tak mudah dilakukan,” kata Aji.

Kendala lain, Aji tak punya waktu banyak untuk menyiapkan tim sebelum tampil di Piala Menpora 2021. Ia mengaku tak sempat memberikan banyak materi latihan. Hal yang juga dihadapi oleh juru taktik tim lain di Piala Menpora 2021.

“Saat persiapan saya baru memberikan materi soal menyerang dan bertahan. Belum sempat memberikan soal taktik atau transisi menyerang dan bertahan. Waktunya terlalu singkat,” ujar Aji.

Dengan persiapan dan materi pemain seperti itulah tim Bajul Ijo turun ke Piala Menpora 2021. Tanpa pemain naturalisasi dan pemain asing. Full pemain lokal dan sebagian besar pemain muda.

Hasilnya, Persebaya menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke perempat final Piala Menpora 2021. Tim Bajul Ijo tampil sebagai runner up Grup C setelah menang atas Persik Kediri (2-1), Madura United (2-1), imbang vs Persela (0-0) dan kalah dari PSS Sleman (0-1). Langkah Rahmat Irianto dkk. baru terhenti di perempat final setelah kalah 2-3 dalam duel yang ketat lawan Persib Bandung.

"Saya tidak ingin banyak beralasan. Pertandingan ini menjadi pembelajaran buat kami semua. Kami akan memperbaiki ini dan membuat Persebaya bermain lebih baik lagi ke depannya," kata Rahmat Irianto, kapten Persebaya usai duel lawan Persib.

Modal Penting ke Liga 1

Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

“Semua pelatih pasti ingin timnya menang. Tapi saya juga suka dengan permainan yang menghibur karena sepak bola itu adalah seni. Anak-anak sudah bermain dengan bagus dan menghibur. Soal hasil, kami memang tersingkir, tapi ada sejumlah hal yang membuat saya tetap bangga dan menyimpan harapan buat tim ini,” kata Aji.

“Kami tampil dengan pemain lokal dan sebagian besar pemain muda. Lihat penampilan mereka saat menghadapi Madura United dan Persib, pemain kami bisa mengimbangi tim yang diisi pemain kelas satu di Indonesia. Lawan juga diperkuat pemain asing dan naturalisasi,” ujar Aji.

Kini optimisme menyelimuti Aji dan seluruh awak tim. Saat ini, tim bakal diliburkan selama 10 hari. Setelah itu latihan rutin kembali akan dilakukan. Jika Liga 1 kembali digelar mereka yakin Persebaya akan lebih siap.

“Semua pemain yang ada sekarang sudah dikontrak, itu hal yang bikin kami tenang. Kami juga punya pemain-pemain muda yang menjanjikan. Sejumlah hal, termasuk pencarian sosok pemain asing, akan jadi fokus pembenahan jika Liga 1 kembali dilanjutkan,” ucap pelatih asal Kepanjen, Malang, ini.

Tim Bajul Ijo memang sudah tersingkir dari Piala Menpora 2021. Namun Aji dan pasukannya yang diisi para Bajul Muda pulang ke Surabaya dengan kepala tegak karena tampil tak memalukan. Sebuah modal yang amat berharga jika nantinya Persebaya kembali mengarungi kompetisi Liga 1.