Terlengkap, Hasil Kongres PSSI Hari Ini

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kongres tahunan PSSI di Jakarta, Sabtu 29 Mei 2021 telah rampung digelar. Kongres dihadiri seluruh voters dengan total 87.

Jumlah tersebut terdiri dari 34 Asprov di seluruh Indonesia, 18 Klub Liga 1, 16 Klub Liga 2, 16 Klub Liga 3, dan 3 Asosiasi.

Sejumlah tokoh elite olahraga nasional turut hadir, seperti Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar, hingga Sekjen KOI Ferry Kono.

Tak ketinggalan perwakilan dari FIFA dan AFC yang mengikuti lewat sambungan komunikasi virtual.

Kongres PSSI menghasilkan beberapa keputusan. Terkait kompetisi sedikit ada perubahan. Semula, Liga 1 2021-2022 direncanakan dimulai antara tanggal 3-7 Juli 2021. Namun, Kongres memutuskan kick off Liga 1 diundur menjadi 10 Juli.

"Start-nya saja yang tadinya awalnya 3 Juli mungkin menjadi 10 Juli," kata Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto saat jumpa pers usai Kongres.

Selain kick off yang mengalami perubahan, sistem kompetisi juga sedikit berbeda. Liga 1 2021-2022 akan terpusat di Pulau Jawa dengan mengadopsi format Piala Menpora 2021.

Kompetisi juga diselenggarakan dengan sistem bubble alias gelembung sebanyak enam series.

"Liga 1 2021-2022 tetap menggunakan kompetisi penuh dengan 306 pertandingan. Namun sistemnya berbeda. Kalau tadinya home and away masing-masing, sekarang bubble to bubble dengan konsep kurang lebih seperti Piala Menpora 2021," kata Iwan Budianto.

"Satu setengah bulan dijadikan dalam satu kota, bertanding di beberapa stadion, kemudian dikembalikan ke home ground masing-masing untuk latihan selama satu bulan, untuk menghindarkan kejenuhan. Kemudian kembali lagi ke dalam sistem bubble. Jumlahnya ada enam series. Kotanya berubah-ubah," ucap Iwan Budianto.

Iwan menjelaskan, Seri pertama Liga 1 2021-2022 akan digelar di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Sementara itu, seri kedua berlangsung di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk seri ketiga dan keempat Liga 1 giliran digelar di Jawa Timur. Adapun seri kelima kembali ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, sedangkan seri keenam di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

"Target selesai Maret 2022, mulainya saja yang tadinya 3 Juli mungkin jadi 10 Juli sambil tunggu pertandingan teman-teman klub yang tampil di Piala AFC," sambungnya.

Selain itu, Iwan mengatakan ada beberapa perubahan nama klub yang disetujui PSSI.

Dari klub Liga 2, ada beberapa yang berubah seperti Cilegon United menjadi Rans Cilegon FC.

Dewa United menjadi Martapura Dewa United. Lalu, Putra Sunan Giri (PSG) berubah menjadi Putra Safin Grup.

Iwan menyebut perubahan nama ini paling banyak dilakukan di klub Liga 3. Bahkan, sampai ratusan klub.

"Ada beberapa penambahan klub dan ada persetujuan perubahan nama dan itu jumlahnya ratusan. Jadi gak mungkin kami sebut satu persatu," jelasnya.

Nah, dari ratusan klub yang berhasil mengubah nama, ada dua klub yang tidak mendapatkan persetujuan PSSI. Dua klub itu dari Liga 1 yakni Bhayangkara FC dan Tira Persikabo.

The Guardian ingin merubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC, sedangkan Tira Persikabo ingin berubah nama menjadi Persikabo 1973.

"Ada dua klub Liga 1 yang tadinya mengajukan perubahan nama yaitu Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC, lalu ada juga Tira Persikabo. Tapi sampai akan dinaikan sebagai agenda kongres, tidak ada surat resmi dari mereka sampaikan," kata Iwan.

"Dan belakangan ini kami tahu, kedua klub itu tidak jadi berubah nama," jelasnya.

Keputusan selanjutnya terkait Liga 1 wanita. Iwan menyebut tahun ini kompetisi itu ditiadakan.

Meski demikian, PSSI tetap akan menggulirkan Piala Pertiwi tingkat Asprov yang akan dimulai pada Agustus 2021.

"sementata Elite Pro Academy bulan Juli-Agustus 2021 untuk U-20, U-18, dan U-16. Piala Soeratin akam dimulai Agustus-Desember," ucap Iwan.

"Untuk Liga 3 tingkat provinsi bulan Juli-Oktober. Tingkat regional November. Pada Desembernya tingkat nasional hingga promosi ke Liga 2," tutur Iwan.