Terlibat Bentrok saat Demo BBM di UNM, 8 Orang Diamankan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengamankan delapan orang diduga terlibat bentrokan saat demonstrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (5/9) malam. Kedelapannya terdiri dari mahasiswa, warga, dan pelajar.

Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Budhi Haryanto membenarkan adanya sejumlah orang yang diamankan saat ricuh demonstrasi tolak kenaikan harga BBM di depan UNM. Namun, dia enggan mengungkapkan delapan orang diamankan.

"Iya, ada yang diamankan. Bisa tanya langsung ke Kasatreskrim," ujarnya singkat, Selasa (6/9).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Reonald T Simanjuntak memaparkan kedelapan orang yang diamankan terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan juga warga. "Ada warga, terus pelajar yang mengaku cuma menonton. Terus ada juga mahasiswa, tetapi kita sudah kembalikan," ungkapnya.

Saat ini, kata Reonald masih ada tujuh orang diamankan. Mereka diproses sembari menunggu orang tuanya datang.

"Sudah kita ini, tinggal panggil orang tuanya. Buatkan wajib lapornya dan dalam pengawasan," kata dia.

Negatif Narkoba

Reonald menambahkan delapan orang tersebut juga sudah menjalani tes urine. Seluruhnya negatif narkotika.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Universitas Negeri Makassar (UNM) memanas, Senin (5/9). Kepolisian terpaksa membubarkan kericuhan dengan mengerahkan water canon dan menembakkan gas air mata.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa UNM dengan memblokade jalan hingga malam hari ternyata ditentang warga. Apalagi Jalan AP Pettarani merupakan jalur utama warga yang ingin ke Kabupaten Gowa.

Warga membubarkan paksa pendemo dengan cara melempari batu hingga anak panah. Mendapatkan serangan, mahasiswa yang sebelumnya unjuk rasa langsung bubar dan masuk ke dalam kampusnya.

Polisi dari Resmob dan Brimob tiba langsung melakukan pengamanan dengan menggunakan water canon. Tak hanya itu, polisi juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan bentrokan. [yan]