Terlibat Narkoba hingga Penipuan, 5 Anggota Brimob Polda Sulsel Dipecat

Merdeka.com - Merdeka.com - Lima personel Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapatkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Kelimanya dipecat karena terlibat penyalahgunaan narkoba, desersi, hingga melakukan penipuan.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Heru Novianto mengatakan, sanksi PTDH itu berdasarkan sidang disiplin dan etik. Lima personel yang dipecat yakni Bripka F, IA, DA, Brigpol H, dan Baratu RR.

"Mereka anggota yang melanggar baik pidana maupun kode etik, adalah dilakukan pemecatan. Ini sudah komitmen dan sudah ada undang-undangnya," kata Heru saat Upacara PTDH di Mako Brimob Polda Sulsel, Jalan KS Tubun Makassar, Rabu (11/5).

Heru menjelaskan, personel yang dipecat karena menggunakan narkoba bahkan menjalani dua kali sidang disiplin. Namun, mereka tetap menggunakan narkoba.

"Padahal Polri dalam hal ini institusi Brimob akan melakukan tindakan tegas bagi anggota yang terlibat penggunaan barang haram itu," tegasnya.

Penipuan Penerimaan Anggota Polri

Selain kasus narkoba, ada personel yang dipecat karena terlibat penipuan penerimaan anggota Polri. Heru menyebut personel itu telah menjadi terpidana setelah divonis 1 tahun penjara.

"Korbannya banyak, bahkan kerugian nilainya sampai ratusan juta. Mungkin dia tidak bisa mengembalikan, karena nilainya terlalu besar sehingga melakukan desersi atau meninggalkan tugas," bebernya.

Heru menambahkan proses pemecatan terhadap lima personel tersebut butuh waktu lama. Pasalnya, pihaknya menunggu Surat Keputusan (SK) PTDH. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel