Terlihat Akur, Angelina Sondakh Mengaku Suka Ribut dengan Keanu Massaid

Fimela.com, Jakarta Angelina Sondakh sempat tidak bisa mengawasi putranya secara langsung karena mendekam di penjara selama 10 tahun. Wajar saja jika saat itu Angelina Sondakh sangat posesif dengan putra semata wayangnya.

Meski sudah tak lagi di penjara, sikap posesif Angelina Sondakh masih sangat dirasakan Keanu Massaid. "Pas mami di dalam (penjara), mami tuh nggak bolehin aku jalan-jalan gitu," kata Keanu Massaid di kawasan Mampang, Jakarta, Senin (26/12/2022).

Sikap Angie, sapaan akrab Angelina Sokdah itu membuat hubungan mereka sering tak akur. Namun dia tak mau ambil pusing karena hal itu fianggap wajar olehnha."Namanya juga ibu dan anak, ada-ada saja kan. Ya aku masih treat him as my little baby," ujar Angelina Sondakh.

Demi Kebaikan

Angelina Sondakh Akui Suka Ribut dengan Keanu Massaid [instagram/keanu_massaid]
Angelina Sondakh Akui Suka Ribut dengan Keanu Massaid [instagram/keanu_massaid]

Angelina Sondakh berdalih, dia melakukan itu untuk kebaikan Keanu Massaid di masa mendatang. Sebab selama di penjara, ia tak bisa memberikan pengawasan langsung ke anak.

"Jadi itu bentuk perhatian ke Keanu waktu itu," kata Angelina Sondakh.

Seiring berjalannya waktu, Angelina Sondakh mulai memberi kebebasan untuk sang putra. Padalnya dia sudah bisa memantau anaknya secara langsung.

"Kalau sekarang kan enak, bisa pantau langsung. Ternyata juga baru tahu kalau Keanu seperti ini, sudah dewasa banget," ujar Angelina Sondakh.

Bisa Jaga Kepercayaan

Angelina Sondakh Akui Suka Ribut dengan Keanu Massaid [instagram/keanu_massaid]
Angelina Sondakh Akui Suka Ribut dengan Keanu Massaid [instagram/keanu_massaid]

Kini yang terpenting bagi Angelina Sondakh adalah Keanu Massaid bisa membayar kepercayaan ibunya dengan tidak berbuat sesuatu yang mengecewakan.

"Yang penting dia jujur. Kalau ada apa-apa, dia bilang," ucap Angelina Sondakh.

Seperti diketahui, Angelina Sondakh sempat mendekam di penjara karena tersandung kasus korupsi anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2012.