Terlihat Sehat, 4 Makanan Ini Ternyata Berbahaya Bagi Anak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, seperti asupan makanan yang dikonsumsi anak mereka. Namun, terkadang orang tua merasa bingung apakah makanan yang diberikan sehat dan aman untuk si kecil.

Selain makan cepat saji, ada berbagai makanan yang terlihat sehat tapi nyatanya tidak baik dikonsumsi karena akan menimbulkan masalah kesehatan.

Terdapat banyak makanan yang kita konsumsi setiap hari yang tidak berbahaya bagi anak-anak. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mungkin sebagian makanan yang selama ini dikonsumsi berbahaya bagi kesehatan.

Maka dari itu, untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan anak Anda tetap sehat, tentunya harus diiringi dengan konsumsi makanan yang sehat.

Nah, berikut beberapa makanan yang harus dihindari anak Anda untuk dikonsumsi, seperti melansir dari Bright Side, Rabu (22/9/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Minuman jus, soda dan minuman olahraga

Yuk ketahui jus yang baik untuk kesehatan tulangmu. (Sumber Foto: Wagamama)
Yuk ketahui jus yang baik untuk kesehatan tulangmu. (Sumber Foto: Wagamama)

Berdasarkan American Academy of Pediatrics Guidelines, anak-anak di bawah usia satu tahun tidak boleh mengonsumsi jus.

Minuman bersoda dan minuman olahraga tidak dapat dikonsumsi oleh anak-anak karena mengandung minyak nabati brominasi atau BVO yang dapat menyebabkan tubuh keracunan dan mempengaruhi sistem saraf, kulit dan memori anak-anak Anda.

Kedua minuman tersebut juga mengandung kalori dan gula yang cukup tinggi. Minuman yang tinggi kalori dan gula dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti gigi berlubang dan tidak mengandung vitamin atau mineral. Untuk saran alternatif, Anda dapat memberikan anak Anda smoothie dengan buah yang bergizi.

2. Yogurt

Ilustrasi Yogurt Credit: pexels.com/Junki
Ilustrasi Yogurt Credit: pexels.com/Junki

Biasanya minuman yogurt digunakan sebagai tambahan yang bagus dan sehat dalam makanan anak Anda. Nyatanya yogurt khusus untuk anak-anak adalah kebalikannya.

Pada yogurt anak-anak biasanya terdapat pewarna buatan dan gula yang tidak sehat dan tidak bermanfaat untuk kesehatan anak Anda.

Banyak pewarna makanan yang sudah dilarang karena dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak-anak. Sebagai gantinya Anda dapat memberikan yogurt biasa untuk anak Anda.

3. Madu

Ilustrasi Minyak Zaitun Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Minyak Zaitun Credit: pexels.com/pixabay

Mungkin ini terdengar mengagetkan karena madu dianggap makanan yang sangat bergizi. Nyatanya, jika madu dikonsumsi oleh balita dengan umur kurang dari satu tahun dapat berbahaya bagi kesehatannya. Bakteri beracun yang terkandung dalam madu dapat menyebabkan penyakit yang disebut botulisme.

Penyakit ini dapat mempengaruhi sistem kekebalan anak Anda serta menyebabkan kelemahan otot dan masalah pernapasan. Tetapi jika anak Anda sudah berusia di atas satu tahun, Anda bisa memberikan anak Anda madu.

Namun jika masih di bawah usia tersebut, Anda dapat memberikan buah-buahan yang dihancurkan yang menjadi sumber vitamin dan rasa manis alami sebagai gantinya.

4. Hotdog atau daring olahan

Ilustrasi Daging Olahan Credit: pexels.com/Trinity
Ilustrasi Daging Olahan Credit: pexels.com/Trinity

Konsumsi hotdog dan daging olahan harus dihindari. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society mengungkapkan bahwa makan 50 gram daging olahan setiap hari akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal.

Jadi kita harus membatasi daging olahan dan daging merah untuk mengurangi risiko terkena kanker usus atau kanker lainnya.

Sebagai pilihan lain, Anda dapat mengonsumsi makanan yang berbasis ikan. Bahkan bila Anda ingin mengkonsumsi makanan cepat saji, ikan adalah pilihan yang lebih sehat daripada daging.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel