Terlilit Utang, Pengemudi Ojol di Pekanbaru Mengaku Dibegal dan Bikin Laporan Palsu

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pengemudi ojek online di Kota Pekanbaru berinisial RE (41) ditangkap polisi karena membuat laporan palsu. Dia ditangkap setelah mengaku sebagai korban begal, guna menghindar dari lilitan utang.

Dia menggadaikan BPKB sepeda motornya ke leasing. Kemudian, karena tidak sanggup membayar sebanyak Rp2 juta, dia khawatir sepeda motornya ditarik leasing. Karena itu pelaku mengaku sebagai korban begal dan membuat laporan polisi.

"Pelaku RE ini ditangkap karena membuat laporan palsu. Awalnya dia mengaku sebagai korban begal. Tetapi setelah penyelidikan, ternyata bukan korban begal," kata Kapolsek Rumbai Iptu Putra Amor, Senin (16/1).

Amor mengatakan sehari sebelum ditangkap, pelaku RE ini datang ke Polsek Rumbai mengaku sepeda motornya dirampas orang. Lalu pelaku membuat laporan ke Polsek Rumbai dan mengaku sebagai korban begal.

"Pelaku ini mengaku telah dibegal menggunakan senjata api dengan kerugian sepeda motor jenis Yamaha Mio. Peristiwa begal itu dari pengakuan pelaku terjadi di Jalan Siak II, Gang Tono Jaya, Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai," jelasnya.

Dari laporan pelaku, kemudian polisi melakukan penyelidikan dan olah TKP serta mengambil keterangan saksi. Namun setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan kejanggalan.

"Ternyata pelaku RE ini menitipkan sepeda motor kepada temannya Arismandianto karena terlilit utang Rp2 juta. Selanjutnya pelaku diamankan bersama barang bukti," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 220 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan kurungan penjara. [cob]