Termasuk Bek Muda Persija Asal Brasil, Ini 5 Pemain yang Dituntut Perbaiki Penampilan di Piala Menpora

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Sebanyak 10 pertandingan telah tersaji di Piala Menpora 2021 sejak laga perdana antara Arema FC vs Persikabo 1973 pada 21 Maret kemarin. Dari sekian pemain bintang yang telah turun lapangan, ada beberapa yang tampil mengecewakan, termasuk bek Persija Jakarta asal Brasil berusia 21 tahun, Yann Motta.

Pada laga perdana kontra PSM Makassar, Persija takluk 0-2. Ironisnya, Macan Kemayoran dipecundangi oleh tim yang seluruhnya dihuni oleh pemain lokal.

Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, berjanji akan berusaha meraih kemenangan ketika melawan Borneo FC. Dia mengaku telah banyak mengambi pelajaran dari kekalahan Persija Jakarta sebelumnya.

"Persiapan kami sudah sangat baik. Dengan kekalahan melawan PSM, kami berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama," kata Sudirman dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Jumat (26/3/2021).

"Saat kami kalah 0-2 dari PSM, dua gol itu kesalahan dari kami. Gol pertama kami menang jumlah orang. Gol kedua ada masalah komunikasi dan tidak ada komando. Itu sudah kami perbaiki," jelas Sudirman.

Arema FC tak kalah mengenaskan. Meski memang nyaris seluruh tim terkendala oleh mepetnya persiapan menyambut Piala Menpora 2021, klub yang digadang-gadang bakal berbicara banyak pada ajang pramusim ini belum menunjukkan kualitasnya.

Dari dua pertandingan yang telah dilalui Arema, mereka baru mengoleksi satu poin hasil dari sekali imbang dan sekali kalah. Jika pada laga terakhir kontra PSIS Semarang kembali menelan hasil minor, mereka bisa tersingkir dari Piala Menpora.

Apapun itu, hasil-hasil negatif yang didapat tim-tim tadi tak lepas dari buruknya penampilan individu para pemainnya. Alih-alih mampu menunjukkan kualitas terbaiknya, performa mereka malah mengecewakan.

Berikut ini Bola.com merangkum lima pemain yang dituntut mengerahkan penampilan menawan pada Piala Menpora 2021.

Yann Motta - Persija

Pemain Persija Jakarta, Yann Motta Pinto (kanan), berebut bola dengan pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Senin (22/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain Persija Jakarta, Yann Motta Pinto (kanan), berebut bola dengan pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Senin (22/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)

Ada yang tidak beres dengan Persija Jakarta, khususnya di lini belakang. Meski Piala Menpora 2021 baru berjalan enam hari, tampak area pertahanan tim berjulukan Macan Kemayoran itu mengalami masalah pelik.

Bek asal Brasil, Yann Motta jadi sorotan. Ia membuat celah besar di pertahanan tim berjuluk Macan Kemayoran. Dua gol yang dicetak PSM juga 'berkat andilnya', di mana ia gagal menutup ruang tembah Patrich Wanggai dan ketika bola penguasaannya diserobot Yakob Sayuri.

Pelatih Persija, Sudirman menjelaskan jika persoalan komunikasi masih jadi kendala di lini belakang. Terutama bagi Yann. "Ada persoalan komunikasi di lini belakang. Karena Yann masih belum mengerti bahasa Indonesia. Padahal saya dengar sudah ada pemain yang mengingatkannya. Tapi dia tidak mengerti bahasanya."

Tapi sebenarnya bukan itu yang jadi kendala utama. Andaikan masalah komunikasi, ada Dutra dan Marco Motta yang bisa berkomunikasi dengan Yann Motta dengan bahasa yang dimengerti.

Oleh karena itu, Yann Motta mesti menunjukkan performa yang lebih baik lagi pada dua laga berikutnya jika tak ada halangan.

Adam Alis - Bhayangkara Solo FC

Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11). Bhayangkara menang 1-0 atas Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)
Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11). Bhayangkara menang 1-0 atas Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Adam Alis adalah pengecualian dari pembahasan ini. Sebab, ia tidak dimainkan pada laga perdana Bhayangkara Solo FC kala menghadapi Borneo FC Samarinda.

Namun demikian, jika pada laga kontra PSM Makassar dimainkan, Adam Alis harus tampil baik. Paul Munster, pelatih Bhayangakara Solo FC, telah menegaskan bahwa pemain berlabel timnas tak lantas jadi primadona di timnya.

"Saya sudah pernah bilang, saya memilih pemain berdasarkan performa di latihan dan pertandingan. Situasinya sama dengan Adam Alis juga. Dia baru kembali dari Timnas Indonesia dan kondisinya tidak bagus," kata pelatih asal Irlandia Utara itu.

Buat Bhayangkara Solo FC, kemenangan lawan PSM Makassar bakal membuat tim berjulukan The Guardian itu memastikan tiket lolos ke fase gugur Piala Menpora 2021. Pun demikian dengan PSM.

Hanif Sjahbandi - Arema FC

Bek Persikabo 1973 Andy Setyo Nugroho duel udara dengan pemain Arema FC Hanif Sjahbandi pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Persikabo 1973 Andy Setyo Nugroho duel udara dengan pemain Arema FC Hanif Sjahbandi pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Hanif Sjahbandi dari Arema FC melakukan blunder kala berhadapan dengan Persikabo 1973. Kesalahannya menghalau bola di kotak penalti membuat Ahmad Nufiandani dengan mudah membobol gawang Teguh Amiruddin.

Pada laga kedua kontra Barito Putera, penampilannya tak membaik. Padahal ia sempat sesumbar siap menjadi pelayan buat lini depan Arema FC, namun Hanif malah mendapatkan kartu kuning pada babak pertama, sehingga pada babak kedua, pelatih menariknya keluar dan digantikan oleh Bruno Smith.

Belum diketahui apakah Hanif Sjahbandi bakal kembali dimainkan pada laga pamungkas Grup A Piala Menpora 2021 kontra PSIS Semarang. Namun yang jelas, ia mesti memperbaiki penampilannya dan membantu timnya meraih kemenangan agar tak tersingkir lebih awal.

Kushedya Hari Yudo

Striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo, terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Persikabo 1973, Wawan Febriyanto dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo, terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Persikabo 1973, Wawan Febriyanto dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kushedya Hari Yudo sebetulnya digadang-gadang bakal menjadi striker lokal yang bisa berbicara banyak mengingat minimnya pemain asing pada Piala Menpora 2021 ini. Sayang beribu sayang, performanya malah melempem.

Dua laga dijalani, dua kali itu pula penyerang berambut nyentrik itu gagal menyarangkan gol. Pada laga kontra Persikabo 1973 misalnya, ia membuang banyak kesempatan emas yang didapatnya.

Laga kontra PSIS Semarang akan jadi momen pertaruhannya. Terlebih, asisten pelatih Timnas Indonesia diketahui mengamati betul Piala Menpora 2021 dan tentunya Kushedya Hari Yudo jadi satu pemain yang disorot betul.

Marko Simic - Persija Jakarta

Pemain PSM Makassar, Erwin Gutawa (kanan), berebut bola dengan pemain Persija Jakarta, Marko Simic, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Senin (22/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain PSM Makassar, Erwin Gutawa (kanan), berebut bola dengan pemain Persija Jakarta, Marko Simic, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Senin (22/3/2021). (Bola.com/Arief Bagus)

Sama seperti Yann Motta, penampilan Marko Simic pada laga kontra PSM Makassar masih jauh dari harapan. Bek kanan Persija, Marco Motta justru lebih terlihat dengan sejumlah peluang melalui set-piece meski pada akhirnya gagal berbuah gol.

Berlabel kandidat top scorer Piala Menpora 2021, striker asal Kroasia itu belum mampu menunjukkan tajinya bersama Persija. Masih ada dua laga lagi buatnya membuktikan kapasitas penyerang bertubuh tinggi besar tersebut.

Marko Simic tentunya berharap banyak pada umpan-umpan manja yang biasa didapat dari Riko Simanjuntak di sisi sayap, maupun sodoroan-sodoran manis dari Sandi Sute dkk. di lini tengah.

Saksikan video pilihan berikut ini: