Termasuk Mikel Arteta, 6 Pemain Top yang Tak Punya Menit Bermain di Level Timnas: Piala Dunia Hanyalah Mimpi

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 Qatar sudah di depan mata. Tuan rumah Qatar akan melawan Ekuador untuk partai pembukaan, Minggu (20/11/2022) malam WIB.

Bermain di Timnas dan tampil di turnamen sebesar Piala Dunia jelas menjadi impian bagi semua pesepak bola. Banyak pemain yang mengidam-idamkan kesempatan itu.

Namun banyak pesepak bola dengan nama besar ternyata bernasib tidak mujur ketika bersama Timnas negaranya. Tidak sedikit pemain yang cemerlang di level klub, namun tidak dilirik oleh Timnas.

Ketatnya persaingan barangkali menjadi alasan bagi pesepak bola yang gagal menembus Timnas dan tentunya harus melupakan turnamen sebesar Piala Dunia.

Siapa saja ya pemain-pemain yang terkenal namun tidak pernah mendapat kesempatan untuk memiliki caps di Timnas? Yuk simak daftarnya di bawah ini.

Mikel Arteta

Mikel Arteta (284 laga) Arteta memiliki catatan sebanyak 284 kali penampilan saat membela Everton pada 2005-2011. (AFP/Graham Stuart)
Mikel Arteta (284 laga) Arteta memiliki catatan sebanyak 284 kali penampilan saat membela Everton pada 2005-2011. (AFP/Graham Stuart)

Sosok Mikel Arteta kini dikenal sebagai calon pelatih sukses bersama Arsenal. The Gunners dibawanya menduduki urutan pertama klasemen sementara Liga Inggris 2022/2023.

Arteta juga punya pengalaman sebagai asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, sebelum akhirnya membesut tim Meriam London. Arteta sejatinya adalah mantan gelandang mumpuni saat masih aktif bermain.

Nyatanya, ia sulit bersaing dengan gelandang-gelandang terbaik Spanyol pada masanya seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Xabi Alonso.

Paolo Di Canio

6. Paolo Di Canio – Nama pelatih Sunderland ini memang tidak sementereng Roberto Baggio maupun Fabrizio Ravanelli di Juventus. Namun kehadirannya di skuad Le Zebre membuat lini depan Nyonya Tua semakin tajam. (AFP/Joshua Roberts)
6. Paolo Di Canio – Nama pelatih Sunderland ini memang tidak sementereng Roberto Baggio maupun Fabrizio Ravanelli di Juventus. Namun kehadirannya di skuad Le Zebre membuat lini depan Nyonya Tua semakin tajam. (AFP/Joshua Roberts)

Di Canio adalah salah satu pemain hebat Italia. Ia pernah bermain di klub-klub besar seperti AC Milan, Juventus, Napoli, dan Lazio.

Kendati demikian, Di Canio ternyata tak pernah dipanggil ke timnas senior Italia. Pria yang kini berusia 48 tahun itu cuma pernah berkostum timnas di tingkat junior.

Steve Bruce

2. Steve Bruce (1992-1996), bek tengah asal Inggris ini merupakan kapten pengganti dari Robson. Dirinya berhasil memberikan MU gelar double winner (Liga Inggris dan Piala FA) pada musim 1993/1994). (www.strettynews.com)
2. Steve Bruce (1992-1996), bek tengah asal Inggris ini merupakan kapten pengganti dari Robson. Dirinya berhasil memberikan MU gelar double winner (Liga Inggris dan Piala FA) pada musim 1993/1994). (www.strettynews.com)

Saat masih aktif sebagai pemain, kiprah Steve Bruce cukup apik. Ia punya 400 lebih penampilan bersama Manchester United. Meraih tiga gelar Liga, Piala liga, dan satu trofi Piala Super Eropa.

Nyatanya, Steve Bruce tidak masuk Timnas Inggris. Ia belum pernah berseraga Timnas senior Inggris, hingga akhirnya pensiun pada 1999.

Kendati demikian, Bruce tetap masuk buku sejarah sepak bola Inggris dengan status bek Inggris paling produktif sepanjang sejarah. Total, Bruce mencetak 113 gol dari 926 pertandingan.

Carlo Cudicini

Aksi kiper Tottenham Hotspur, Carlo Cudicini di laga lawan Stoke City dlam lanjutan EPL yang digelar di White Hart Lane, London, 27 Januari 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON
Aksi kiper Tottenham Hotspur, Carlo Cudicini di laga lawan Stoke City dlam lanjutan EPL yang digelar di White Hart Lane, London, 27 Januari 2009. AFP PHOTO/IAN KINGTON

Italia dikenal sebagai gudangnya kiper-kiper andalan. Sejak era Dino Zoff, hingga Gianluigi Buffon atau Francesco Toldo adalah buktinya.

Italia juga pernah punya kiper potensial, Carlo Cudicini. Sayangnya ia harus bersaing dengan Buffon yang sangat sulit tergantikan.

Cudicini dianggap sebagai salah satu kiper andalan Chelsea di awal tahun 2000-an, namun ia hanya mendapat satu kali panggilan dan belum punya menit bermain.

Steed Malbranque

7. Steed Malbranque (Fulham, Tottenham dan Sunderland) - 39 gol. (AFP/Geoff Caddick)
7. Steed Malbranque (Fulham, Tottenham dan Sunderland) - 39 gol. (AFP/Geoff Caddick)

Bagi penggemar Liga Inggris pada era milenium baru, pasti tidak asing dengan sosok Steed Malbranque. Pemain yang sukses berkiprah di Fulham, Tottenham Hotspur, dan Sunderland.

Gelandang itu mendapatkan dua panggilan ke skuad Prancis dengan jarak delapan tahun tetapi gagal mencatatkan menit bermain. Ia juga menjajaki kemungkinan untuk mewakili Belgia, meski tetap nihil.

Dario Hubner

Dario Hubner / calciomercato
Dario Hubner / calciomercato

Ayah Dario Hubner adalah orang Jerman, tetapi sang striker selalu ingin mewakili Italia, karena lahir dan dibesarkan di negara tersebut.

Meski mencetak lebih dari 250 gol liga, Hubner kalah bersaing dengan deretan striker top Gli Azzurri pada masanya. Siapa tak kenal pemain seperti Alessandro Del Piero, Francesco Totti dan Christian Vieri, yang jelas membuat Hubner sulit masuk Timnas Italia.

Nama Dario Hubner mungkin tidak setenar Filipo Inzaghi atau Francesco Totti. Namun Hubner masuk buku sejarah Liga Italia kala ia berhasil menjadi topskor tertua Liga Italia di musim 2001/02 dengan usia 35 tahun. Rekor itu kini dipegang oleh Luca Toni.

Sumber: Planet Football