Terminal KCN Marunda sumbang PNBP lebih dari Rp20 miliar

Terminal umum PT Karya Citra Nusantara (KCN) di kawasan Pelabuhan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara menyumbang kepada negara pada pos pendapatan negara bukan pajak (PNBP) lebih dari Rp20 miliar.

"Selama ini, PNBP sudah lebih dari Rp20 miliar. Tahun lalu itu, rata-rata satu bulan itu sekitar Rp500 juta sampai Rp700 juta," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Isa Amsyari ​​​​ di kawasan Pelabuhan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat.

Isa mengatakan Pelabuhan Marunda itu adalah sebagai pelabuhan bongkar muatan kapal barang curah kering, seperti pasir dan batu bara, dari luar Jawa.

Terminal KCN di kawasan Pelabuhan Marunda dibangun dengan non-APBN dan non-APBD dan merupakan proyek strategis infrastruktur pendukung tol laut dan memiliki komitmen kuat terhadap lingkungan dan upaya pelestarian alam berkelanjutan.

Baca juga: PT KCN lanjutkan penghijauan Pelabuhan Marunda dengan mangrove

Terminal KCN juga merupakan pendukung Pelabuhan Internasional Tanjung Priok pertama yang menerapkan gerakan penghijauan pelabuhan (green port) dengan menanami kawasan dengan tanaman bakau (mangrove) sepanjang area 1.700 meter.

Tujuan penanaman itu untuk penghalang (barrier) alami bagi udara yang terkontaminasi oleh debu batu bara.

Menurut Isa, gerakan penghijauan pelabuhan memang saat ini sudah harus digalakkan, didukung dan direalisasikan oleh para pemangku kebijakan (stakeholder) di wilayah Jakarta Utara, baik dari segi infrastruktur maupun kebijakan (perizinan).

"Kita sudah harus memikirkan, jika mau membuat satu industri, industri pelabuhan contohnya. Maka ekosistemnya harus diperhatikan sehingga akan seimbang, akan selaras dan tidak timpang (antara aktivitas usaha dengan upaya memperbaiki ekosistemnya)," kata Isa.

Baca juga: KSOP: Banyak faktor penyebab potensi pencemaran udara di Marunda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel