Terminal Pulogebang tingkatkan pengamanan saat puncak arus mudik

Pengelola Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, meningkatkan penjagaan
saat puncak arus mudik Lebaran pada Jumat.

Peningkatan pengamanan itu dilakukan dengan membangun 20 pos keamanan di seluruh lingkungan terminal.

"Kita total ada 98 petugas internal yang bertugas di empat shift. Jadi banyak pos pengamanannya, sekitar 20 di seluruh lokasi terminal," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulogebang, Junaedi saat ditemui di lokasi.

Pos keamanan itu ditempatkan di seluruh lantai dan pintu masuk utama terminal. Setiap pos ditempati beberapa petugas dari Dinas Perhubungan.

Mereka bertugas memantau aktivitas di terminal dan mengantisipasi jika ada tindak kriminal seperti copet dan sebagainya. Mereka juga mengarahkan para pemudik yang ingin bertanya terkait lokasi keberangkatan bus.

Tidak hanya petugas internal, pihaknya juga mendirikan posko mudik yang ditempati oleh petugas Kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga TNI.

"Fungsinya juga sama, yakni melakukan pemantauan dan penjagaan," kata dia.

Baca juga: Terminal Pulogebang pastikan sopir bus sehat dan tidak pakai narkotika
Baca juga: Pengelola Terminal Pulogebang pastikan bus pemudik layak jalan

Dengan adanya petugas-petugas tersebut, Junaedi berharap situasi terminal aman dan kondusif selama masa mudik lebaran.

Puncak keberangkatan pemudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, diperkirakan terjadi hari ini.

Junaedi memperkirakan warga yang berangkat mencapai 3.000 orang dengan mayoritas tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Belum lagi pemudik yang ikut dalam program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Diperkirakan jumlah pemudik yang ikut program tersebut mencapai 3.330 dengan menggunakan 111 bus.
Baca juga: Kemenhub lepas 111 bus mudik gratis di Terminal Pulogebang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel