Terminal Tirtonadi jadi saksi sukses tim blind judo Indonesia di APG

Nama Terminal Tirtonadi selama ini familiar bagi masyarakat Jawa Tengah, bukan hanya sebagai tempat naik turunnya penumpang namun juga sebagai judul lagu campursari yang fenomenal dan kini menjadi saksi suksesnya tim blind judo Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) 2022.

Bertanding di lantai dua terminal yang pernah dinobatkan sebagai yang tersibuk di Indonesia itu, tim blind judo sukses mengemas sembilan medali emas, lima perak dan tiga perunggu. Hanya satu emas saja yang terlepas ke Thailand.

“Hari ini kita sapu bersih emas dua nomor yang dipertandingkan. Alhamdulillah target kita tercapai,” kata Tim Pelatih Blind Judo Indonesia, Imam Kuncoro di Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Kamis.

Dua emas di hari terakhir pertandingan blind judo dipersembahkan dari nomor nomor beregu putra (-60 kg, -73 kg, dan +73 kg) dan putri kelas -48 kg, -57 kg, dan +57 kg.

Menurut dia, target yang dibebankan pada APG 2022 adalah tujuh medali emas. Meski memenuhi target ada satu emas yang terlepas setelah Junaedi yang menjadi andalan di kelas JI -60 kg kalah dari wakil Thailand Vitoon Kongsuk dan hanya berhak medali perak.

Baca juga: Blind Judo Indonesia tambah empat emas APG 2022

Junaedi akhirnya mampu balas dendam saat turun di nomor beregu putra. Atlet asal Garut Jawa Barat ini sukses mengalahkan wakil Thailand Vitoon Kongsuk dan bersama dengan Rafli Ahnaf Shidqi serta Tony Ricardo Mantolas bisa meraih emas setelah menang 3-0 atas tim Negeri Gajah Putih.

Juaedi yang dulunya merupakan penggembala ternak terlihat cukup senang bisa revans atas Vitoon mengingat peraih emas Peparnas Papua itu turun di APG 2022 dalam kondisi kurang begitu prima.

"Sangat senang bisa menyumbang kemenangan di nomor beregu. Kemarin saya gagal meraih emas saat lawan Thailand (Kongsuk Vitoon),” kata Junaedi.

Di pertandingan beregu putri yang diikuti dua negara, yakni Filipina dan Indonesia, tim Merah Putih sukses menjadi yang terbaik. Menurunkan skuad Novia Larrasati, Garini Melinda Artia, Fadillah Nurul, dan Maghfira Balgis Mega, tim Indonesia menang mudah atas Filipina.

Sebelumnya emas blind Indonesia dipersembahkan oleh Balqis Mega Maghfira dari kelas J2 +57 kg, Bayu Pangestu Aji kelas J2 -60kg, Fajar Pambudi kelas J2 -90kg, Gian Nita Almira kelas J2 -57 kg, Rafli Ahnaf Shidqi kelas J1 -73 kg, Sahrul Sulaiman kelas J2 -73 kg dan Tony Ricardo Mantolas kelas J2 +90 kg.

Baca juga: Sabet emas ASEAN Para Games, Rafli Ahnaf langsung bidik Paris 2024
Baca juga: Tak diunggulkan Bayu justru rebut emas judo ASEAN Para Games 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel