Ternyata 3 Jenderal Kostrad dan 1 Kopassus Dapat Bintang dari Jokowi

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar gembira datang dari lingkungan Korps TNI Angkatan Darat. Presiden Joko Widodo hari ini telah memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera sebagai bentuk penghargaannya kepada sejumlah jenderal purnawirawan TNI yang dianggap berjasa dalam membangun bangsa dan negara selama bertugas.

Dari penelusuran militer="" tag="" www.viva.co.id="">militer">VIVA Militer, sederet nama para pejabat negara itu yang mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, terdapat empat orang jenderal purnawirawan TNI AD. Satu orang Jenderal yang berasal dari pasukan elit Kopassus dan tiga orang lagi jenderal TNI yang berasal dari Infanteri Kostrad.

Mereka adalah Jenderal Purnawirawan TNI Luhut Binsar Panjaitan. Iya, Jenderal TNI berdarah pasukan elit Kopassus yang saat ini dikenal cukup sepuh karena sudah berusia 73 tahun itu dianugerahi oleh Presiden Jokowi Bintang Mahaputera Adipradana. Jenderal yang akrab disapa dengan sebutan Opung itu mendapatkan Bintang Mahaputera dalam kapasitasnya sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI tahun 2016-2019.

Sementara, tiga jenderal berdarah Kostrad TNI AD yang mendapatkan Bintang Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi adalah Jenderal Purnawirawan TNI Ryamizard Rycudu. Jenderal Ryamizard tercatat pernah menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada tahun 2000-2002.

Selain itu, mantu dari mantan Wakil Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno itu juga pernah dipercaya menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-23 pada masa kepemimpinan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

Nah, Jenderal TNI Ryamizard Riyacudu pagi tadi dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan RI tahun 2014-2019.

Kemudian, Jenderal TNI berdarah Infanteri Baret Hijau Kostrad yang juga telah menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Jokowi adalah Gatot Nurmantyo.

Dalam karir militernya, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo pernah menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-35 menggantikan Letjen TNI (Purn) Muhammad Munir pada tahun 2013-2014. Kemudian pada tahun 2014-2015, dia ditunjuk oleh Presiden RI SBY untuk menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Lalu, pada masa pemerintahan Joko Widodo, Jenderal Gatot Nurmantyo dipercaya untuk memegang tongkat komando TNI sebagai Panglima TNI dari tahun 2015-2017.

Presiden Jokowi pun akhirnya memberikan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Jenderal Gatot dalam kapasitas dirinya sebagai mantan Panglima TNI yang pernah bekerja dan membangun bangsa Indonesia. Namun sayangnya, Jenderal Gatot Nurmantyo tidak menghadiri undangan penyematan Tanda Penghormatan Bintang Mahaputera Adipradana di Istana Negara tadi pagi.

Terakhir, Jenderal TNI berdarah Kostrad yang juga mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2015-2018, Jenderal TNI (Purn) Mulyono. Namun berbeda dari tiga jenderal TNI seniornya di atas, Jenderal TNI (Purn) Mulyono dianugerahi Bintang Mahaputera Utama bersama sejumlah mantan Kepala Staf Angkatan TNI lainnya.

Dalam perjalanan karir militernya, keahlian Jenderal TNI Mulyono dalam memimpin pasukan tentu tidak perlu diragukan lagi. Dia tercatat pernah menjabat posisi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta pada tahun 2014 silam. Setelah itu, dia diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada tahun 2014-2015. Dan terakhir, dia kembali dipercaya oleh Panglima TNI ketika itu, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memegang tongkat komando di Korps TNI AD sebagai Kasad pada tahun 2015-2018.

Baca juga : Jenderal TNI Orang Dekat Megawati Dapat Bintang Mahaputera dari Jokowi