Ternyata Ada Peran Pasukan Elite TNI Dibalik Evakuasi WNI dari Kabul

·Bacaan 2 menit

VIVA – Memanasnya situasi politik di Afganistan telah membuat Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Kabul, Afganistan.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Retno Marsudi telah meminta kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengevakuasi sejumlah WNI yang terjebak dalam situasi politik pengambilalihan kekuasaan oleh kelompok bersenjata Taliban di Kota Kabul, Afganistan beberapa waktu lalu.

Panglima TNI pun akhirnya segera mengatur strategi untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang terjebak di Afganistan.

Orang nomor satu di jajaran TNI itu langsung mengerahkan Satgas TNI yang berasal dari satuan elite Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI untuk terjun di tengah memanasnya situasi di Afganistan.

Satgas TNI yang dipimpin oleh Asintel Koopssus TNI Kolonel Pas Dili Setiawan dengan membawa 20 orang personel TNI pun langsung bergerak ke Afganistan dengan menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik TNI Angkatan Udara.

Perjuangan untuk mengevakuasi sejumlah WNI di tengah konflik bersenjata tentu bukanlah hal yang mudah. Operasi penyelamatan yang dilakukan oleh Satgas TNI itu tentunya mengandung resiko yang sangat besar.

Namun, dengan kerjasama dan koordinasi yang sangat baik yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI, Asintel Koopssus TNI Kolonel Pas Dili Setiawan berhasil membawa pulang puluhan WNI dari Afganistan ke Tanah Air dengan selamat.

Panglima TNI mengapresiasi kerjasama antar kementerian dan lembaga serta dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia atas keberhasilan misi evakuasi sehingga proses evakuasi WNI dapat berjalan dengan lancar.

“Keberhasilan misi evakuasi warga negara Indonesia di Kabul ini tidak ringan, karena banyak permasalahan dan dinamika di lapangan yang kita hadapi, namun semua bisa dilaksanakan dengan baik berkat kerjasama antar kementerian dan lembaga sehingga operasi ini bisa berjalan dengan aman dan lancar," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Sebagaimana diketahui, pesawat Boeing 737-400 milik TNI Angkatan Udara yang dipiloti Letkol Pnb Ludwig Bayu dan Mayor Pnb Mulyo Hadi pada Sabtu dini hari tadi berhasil mendarat dengan sempurna di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma dari Afganistan. Pesawat TNI Angkatan Udara itu telah berhasil mengevakuasi 33 orang keluar dari Afganistan.

Adapun 33 orang yang berhasil dievakuasi adalah 26 WNI yang terdiri dari 16 staf KBRI dan 10 non staf KBRI. Kemudian, 7 orang warga negara non WNI yang turut dibantu pemerintah Indonesia untuk keluar dari negara tersebut terdiri dari 5 warga negara Philipina dan 2 warga negara Afghanistan (suami dari WNI dan staf lokal KBRI).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel