Ternyata Barang Ini yang Selalu Dibawa Ratu Elizabeth II di Tasnya

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seperti kebanyakan perempuan, Ratu Elizabeth II membawa tas setiap kali bepergian. Ratu diketahui memiliki lebih dari 200 tas tangan Launer dan lebih memilih Royale kulit hitam atau gaya paten hitam Traviata.

Dilansir dari cheatsheet.com, tas Launer menjadi bagian dari koleksi keluarga kerajaan pada 1950-an setelah Ibu Suri membelinya. Selama bertahun-tahun, banyak orang yang bertanya-tanya apa yang dibawa ratu dalam tas tanda tangannya.

Sementara tas ratu cukup besar untuk menampung barang-barang, seperti dompet dan ponsel. Namun ternyata keluarga kerajaan tidak memerlukan ponsel, dompet, atau kunci untuk masuk ke Istana Buckingham. Sebaliknya, dia hanya membawa beberapa barang kecil.

Penulis biografi Sally Bedell Smith mengungkapkan bahwa ratu menyimpan cermin, lipstik, pulpen, permen permen logam, dan kacamata baca di tasnya. Pada hari Minggu lalu, ratu diketahui membawa satu atau dua bon kecil untuk sumbangan gereja.

Komentator kerajaan Richard Fitzwilliams mengatakan bahwa ratu kadang-kadang akan melemparkan sepasang sarung tangan ke dalam dompetnya juga ketika dia tahu dia akan berjabat tangan banyak dengan banyak orang. "Untuk perlindungan dan menghentikan penyebaran infeksi."

Selain barang-barang standar itu, Ratu Elizabeth juga mengemas sesuatu yang lain di tas tangannya saat ia bepergian.

Express mencatat bahwa sepupu kerajaan, Jean Willis, sebelumnya berbagi bahwa Ratu membawa kait portabel bersamanya. Anda mungkin bertanya-tanya untuk apa kaitan sang ratu. Menurut Willis, itu agar dia bisa menggantung tasnya ke mana pun dia pergi.

"Sang ratu kemudian menempelkan cangkir itu ke bagian bawah meja. Cangkir itu memiliki kait di atasnya, dan dia menempelkan tas tangannya ke dalamnya."

Pesan rahasia

Tas tangan Ratu Elizabeth juga digunakan untuk lebih dari sekadar membawa barang-barang tertentu. Ia juga menggunakan dompetnya untuk mengirim sinyal rahasia kepada stafnya.

Ketika ratu ingin keluar dari obrolan dengan seseorang, ia akan memindahkan dompetnya dari satu tangan ke tangan lainnya. Para pembantunya mencari isyarat itu sehingga mereka tahu dia siap untuk meninggalkan percakapan dan dapat mengantarnya pergi.

The Daily Mail melaporkan bahwa ratu juga menggunakan dompetnya untuk memberi tanda ketika tiba waktunya untuk mengakhiri pesta makan malam dengan meletakkan tas tangannya di atas meja sebagai tanda bahwa ia ingin acara tersebut berakhir secepatnya.