Ternyata Ini Alasan Kim Yon Gun Tidak Ingin Kekasih Lahirkan Anaknya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Aktor senior Korea Selatan Kim Yong Gun diketahui tengah terlibat kasus dengan seorang wanita berusia 37 tahun. Ayah dari aktor Ha Jung Woo itu diketahui telah menjalin hubungan dengan wanita itu selama 13 tahun lamanya.

Menurut laporan Dispatch pada 2 Agustus kemarin, konflik muncul antara pasangan itu pada Maret, ketika wanita itu hamil dan Kim Yong Gun menentang gagasan wanita itu melahirkan anak.

Wanita yang kemudian disebut sebagai A telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Kim Yong Gun atas tuduhan mencoba memaksanya melakukan aborsi. Selengkapnya di sini.

Menyusul laporan tersebut, Kim Yong Gun merilis pernyataan resmi mengenai situasi dan tuntutan pidana. Dalam pernyataannya, dia menjelaskan biduk perkara yang menimpanya.

"Ini Kim Yong Gun. Pertama-tama saya ingin mengucapkan permintaan maaf karena telah menimbulkan keresahan karena berita saya yang digugat," tulis surat pernyataan Kim Yong Gun seperti dikutip dari laman Soompi.

Dalam pernyataannya itu, Kim Yong Gun menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya mendukung A untuk melahirkan dan berjanji akan bertanggung jawab. Namun, dirinya tidak menyangka bahwa A menggugatnya secara hukum.

"Sampai baru-baru ini, saya memberitahu pihak lain beberapa kali, 'Saya akan mendukung persalinan Anda dan bertanggung jawab.' Karena itu, saya tidak menyangka hal ini akan berujung pada sengketa hukum yang melibatkan gugatan. Saya merasa seolah-olah apa yang seharusnya menjadi kesempatan untuk berkah dan ucapan selamat telah dirusak oleh perilaku saya yang tidak pantas, dan hati saya sangat berat ketika memikirkan fakta bahwa anak itu akan mengetahui tentang gugatan ini," ujar Kim Yong Gun.

Dijelaskan pria 76 tahun itu, dirinya sempat terkejut dengan kabar kehamilan A yang sudah memasuki usia empat minggu. Hal ini lantaran kemampuannya untuk membesarkan seorang anak di usianya yang telah senja.

"Awal April 2021, saya mendengar dari pihak lain bahwa dia hamil empat minggu. Karena kami tidak berjanji satu sama lain atau merencanakan masa depan bersama, saya awalnya lebih terkejut dan khawatir daripada senang. Usia dan kemampuan saya untuk membesarkan seorang anak, bagaimana saya dapat menghadapi putra-putra saya, bagaimana masyarakat akan memandang saya, semua hal ini menimpa saya sekaligus," kata Kim Yong Gun.

Hal itu membuat dirinya mengutarakan situasi itu kepada A. Kim Yong Gun pun meminta agar A tidak melahirkan anak yang ada di dalam kandungannya.

"Pada saat itu, saya tidak dapat mendiskusikan situasi ini dengan siapa pun, dan saya hanya mengeluh tentang situasi yang saya alami kepada A, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak dapat melahirkan anak dan itu tidak realistis," kata dia.

Sempat memohon

Kim Yong Gun mengaku sempat memohon, untuk A tidak melahirkan bayinya. Namun A menolaknya, hingga 21 Mei 2021 pihak pengacara A menghubungi Kim Yong Gun.

"Saya mencoba memohon, saya mencoba mengeluh, dan saya mencoba marah. Namun, pihak lain menekankan bahwa kehidupan [anak itu] sangat berharga, dan pada 21 Mei 2021, dia mengatakan kepada saya untuk berbicara hanya dengan pengacaranya dan memutuskan kontak dengan saya," tuturnya.

Namun, akhirnya Kim Yong Gun menyadari bahwa anak yang dikandung A lebih berharga daripada citranya. Dia juga menjelaskan akan bertanggung jawab penuh atas persalinan dan pengasuhan anak yang dikandung A.

"Meskipun agak terlambat, saya sampai pada kesadaran yang jelas bahwa anak itu lebih berharga daripada citra saya. mulai tanggal 23 Mei 2021 hingga saat ini, saya mengatakan kepada pihak lain dan pengacaranya beberapa kali bahwa saya akan bertanggung jawab penuh atas persalinan dan pengasuhan anak. Saat ini, saya mengukir dalam hati saya fakta bahwa yang paling penting adalah persalinan dan pemulihan pihak lain yang aman, serta kesehatan anak," kata Kim Yong Gun dalam pernyataan itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel