Ternyata Ini Kisah di Balik Patung Sura dan Baya di Kota Surabaya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya Setiap daerah memiliki ikon khas yang mencirikan daerah tersebut. Misalnya di Jakarta ada Monumen Nasional (Monas) yang kerap dikunjungi masyarakat. Di Kota Bogor misalnya, ada juga Tugu Kujang yang menjadi ciri khas kota hujan ini.

Hal itu pun berlaku di Kota Surabaya. Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini memiliki ikon atau landmark khas, yaitu patung Sura dan Baya. Patung ini berada di depan Kebun Binatang Surabaya, Jalan Raya Diponegoro No. 1-B.

Sura adalah ikan jenis hiu, sedangkan baya adalah buaya. Konon patung ini ada sejarahnya. Sampai saat ini masih menjadi cerita rakyat Kota Surabaya yang melegenda.

Kala itu antara ikan hiu dan buaya sering berkelahi, beradu sengit, namun tak ada pemenangnya. Keduanya sama-sama kuat.

Akhirnya ikan hiu dan buaya itu sepakat untuk berdamai. Mereka membagi kawasan, ikan hiu di lautan sedangkan buaya di daratan. Pembagian kawasan tersebut sekaligus menjadi kawasan mencari mangsanya.

Namun, ikan hiu ingkar janji. Diam-diam mencari mangsa di sungai. Seketika ketahuan buaya. Akhirnya buaya marah lantaran ikan hiu tersebut melanggar kesepakatannya.

Keduanya pun kembali berkelahi, saling menggigit ekor. Akhirnya buaya puas karena berhasil mempertahankan daratannya. Sedangkan ikan hiu kembali ke laut.

Itulah cerita di balik Patung Sura dan Baya yang melekat di tengah-tengah masyarakat. Konon, kisah ini menjadi inspirasi penamaan Kota Surabaya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simbol Keberanian

Patung Suro lan Boyo ikon Kota Surabaya karya Sigit Margono. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Patung Suro lan Boyo ikon Kota Surabaya karya Sigit Margono. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Terlepas dari itu, patung Sura dan Baya juga menjadi simbol keberanian pemuda-pemuda Surabaya dalam mempertahankan wilayahnya dengan menentang bahaya.

Selain memiliki makna filosofis, ikon Kota Surabaya ini sering dikunjungi masyarakat. Tak sedikit pengunjung patung Sura dan Baya yang berfoto di depan patung ini.

Patung Sura dan Baya juga sering dijadikan lokasi syuting. Hal ini mencirikan bahwa film tersebut berlatar di Surabaya.

Selain di depan Kebun Binatang Surabaya, Anda bisa mengunjungi patung Sura dan Baya ini di Bantaran Sungai Kalimas atau di Bundaran Jalan Tanjung Perak.

Penulis: Muhamad Husni Tamami

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel