Ternyata, Ini Penyebab Anak Susah Makan

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan anak-anaknya susah makan. Orangtua sudah berusaha berbagai cara, termasuk memberikan makanan yang beragam, namun anak tetap saja malas untuk mengunyah makanan.

Spesialis anak, dr Klara Yuliarti, Sp.A (K), menjelaskan, biasanya susah makan dialami oleh usia balita, yaitu antara 1-5 tahun. Menurut dia, penyebabnya adalah karena pada usia tersebut, anak berada pada periode eksplorasi.

"Mereka sudah bisa jalan, rasanya kalau mau main 24 jam oke. Kemudian pada saat dia berikan makan pertama kali MPASI usia 6 bulan, perilakunya sudah salah," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, Senin 28 Desember 2020.

Lebih lanjut dokter Klara menjelaskan, perilaku makan yang salah, di antaranya makan sambil bermain, menonton TV, bermain gadget, atau antara makan dengan ASI tidak terjadwal dengan benar, sehingga anak tidak memiliki kebiasaan makan yang baik dan lama-kelamaan akan malas mengunyah.

"Jadi, malas mengunyah itu adalah dampak yang ditimbulkan karena pada waktu makan tidak menyenangkan. Bahkan, sampai ada anak yang terlambat kemampuan oromotornya karena perilaku makan yang kurang tepat," kata dia..

Oleh karena itu, menurut Klara, orangtua harus jeli dan responsif terhadap anak. Dia pun turut memberikan contoh salah satu nutrisi yang baik dikonsumsi anak, yaitu daging sapi.

"Protein dari beef itu sangat baik sekali, karena bukan hanya mengandung protein yang kualitasnya tinggi, tapi juga mengandung zat besi dan seng. Zat besi itu sangat dibutuhkan oleh bayi, karena perkembangan otak bayi membutuhkan zat besi sampai sekitar usia 2 tahun," kata dia.

Klara mengatakan, daging sapi sangat baik dikenalkan pada anak, bahkan sejak MPASI pertama sekalipun, yaitu dimulai pada usia 6 bulan.

"Boleh, sejak MPASI pertama jangan dipantang-pantang. Tentunya dengan tekstur yang sesuai dengan bayi 6 bulan," tutur dr Klara Yuliarti.