Ternyata Mayor Jenderal Ditangkap Intel TNI Punya Kisah Hidup Buruk

·Bacaan 2 menit

VIVA – Intelijen Tentara Nasional Indonesia dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0725/Sragen baru-baru ini berhasil menangkap seorang pria yang mengaku sebagai perwira tinggi TNI.

Tak tanggung-tanggung, pria bernama Hadi Purwanto itu mengaku dirinya sebagai prajurit TNI dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, dengan pangkat jenderal bintang dua alias Mayor Jenderal (Mayjen).

Mas Hadi diringkus saat menginap bersama istrinya di rumah warga di Dukuh Ngrendeng, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Karena warga curiga dengan Mas Hadi, apalagi dia mengenakan seragam loreng TNI lengkap dengan baret merah dan bintang dua di pundaknya.

Penangkapan Mas Hadi nyaris saja tak sempurna, sebab dia berusaha melarikan diri dari rumah itu dengan cara meloncat melalui jendela kamar rumah. Tapi TNI lebih siap, karena di luar rumah sejumlah prajurit TNI dari Koramil 15/Gemolong sudah mengepungnya.

Singkat cerita Mas Hadi diamankan ke Markas Polsek Gemolong, tak cuma dia, barang bukti berupa seragam loreng TNI, baret merah dan belati turut serta dibawa sebagai barang bukti.

Nah yang menarik dari kisah Mas Hadi ini ialah, dia sudah bertahun-tahun lho hidup sebagai Mayjen TNI palsu alias bodong alias gadungan. Hadi mengaku nekat menjadi prajurit TNI gadungan bukan untuk melakukan tindak kriminal penipuan. Dia cuma suka dan sudah cinta banget sama TNI.

Karena kecintaan pada TNI, Mas Hadi mengaku pernah berusaha masuk tentara. Tapi sayang nasibsangat buruk, tiga kali daftar selalu gagal tembus. Itupun bukan mendaftar untuk masuk Akademi Militer (Akmil) ya.

Kepada intel TNI AD dilansir VIVA Militer dari siaran resmi Kodim 0725/Sragen, Hadi menceritakan, awalnya tak ada niat untuk menjelma menjadi prajurit TNI gadungan, apalagi berpangkat Mayjen TNI.

Hadi menceritakan, jadi kisahnya berawal dari pertemuan dengan temannya yang baru saja dipecat dari kedinasan TNI. Lalu, dia diberi seragam. Dari situlah Mas Hadi kemana-mana selalu berpakaian ala tentara.

"Saya dapat baju loreng dengan pangkat bintang dua kesatuan Kopassus dari teman yang sudah dipecat dari anggota TNI AD," kata Hadi.

Apapun alasan Mas Hadi, tetap saja dia harus mempertanggungjawabkan aksinya di hadapan hukum. Kisah Mas Hadi ini pelajaran penting bagi masyarakat yang lain, jangan pernah meniru ya. Urusannya gak sepele lho.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel