Pemerintah Bantah Mobil Esemka Dapat Perlakuan Spesial

Yunisa Herawati

VIVA – Setelah lama tidak terdengar kabarnya, akhirnya mobil Esemka resmi dipamerkan untuk pertama kali, di Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Pembukaan selubung dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Selain melihat-lihat pabrik perakitan di lokasi tersebut, Jokowi juga menyempatkan diri untuk mencoba mobil Esemka Bima. Ia mengaku, dengan harga Rp95 juta belum termasuk pajak, mobil itu bisa laku.

“Menurut saya, kualitas cukup baik. Kalau ada yang kurang sedikit, ya ini produksi pertama. Sudah bagus untuk produksi pertama, baik secara desain," ujarnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menjelaskan, sistem produksi yang diterapkan SMK berbeda dari pabrik mobil lainnya.

Baca juga: Harga Rp566 Jutaan, Altis Hybrid Lebih Efisien 70 Persen

“Bukan CKD (completely knock down), bukan IKD (incomplete knock down). Kalau CKD, mobil utuh diurai, dibawa ke sini, dirakit. Bukan IKD juga, karena ada kewajiban lokal kontan tinggi. Esemka pakai fasilitas part by part. Komponen yang dibutuhkan yang diimpor,” ungkap Putu di Jakarta, Kamis 12 September 2019.

Menanggapi isu soal Esemka mendapat perlakuan spesial dari pemerintah, Putu mengaku bahwa hal itu tidak benar. Ia memastikan, pemerintah berlaku adil ke semua produsen kendaraan yang beroperasi di Tanah Air.

“Kami sebagai pemerintah, siapa pun yang investasi di otomotif akan kami fasilitasi dengan perlakuan yang sama. Secara umum, kami memberikan kesempatan pada Esemka bertemu dengan vendor potensial,” ujarnya.