Ternyata Pasukan Setan dan Macan Kumbang TNI Duet Masuk Papua

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ternyata pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda, Komando Daerah Militer (Kodam) III, tak sendiri dikerahkan untuk mengamankan lumbung emas Indonesia, di Timika, Papua.

Yonif 315/Garuda ternyata diduetkan dengan prajurit TNI dari Yonif Mekanis 521/Dadaha Yodha dari Kodam V/Brawijaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, Rabu 16 Juni 2021, pasukan kedua batalyon sudah menginjakkan kaki di Timika melalui Pelabuhan Freeport.

Pasukan kedua batalyon itu tiba dengan menggunakan kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Banjarmasin 592. Siaran resmi Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ada lebih dari 300 prajurit TNI dari kedua batalyon yang didebarkasi dari KRI Banjarmasin untuk bergabung dalam operasi Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan).

Untuk diketahui, Yonif 315/Garuda mulai meninggalkan markas mereka di Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 25 Mei 2021, di hari yang sama Yonif 521/Dadaha Yodha alias Macan Kumbang diberangkatkan dari markas mereka di Kota Kediri, Jawa Timur.

Yonif 315/Garuda merupakan batalyon yang memiliki rekam jejak luar biasa. Batalyon ini merupakan pasukan penumpas RMS, DI/TII, PKI, GPK Timur-timur, operasi keamanan di Aceh.

Dahulunya Yonif 315/Garuda sangat terkenal, yaitu ketika masih bernama Pasukan Setan. Pasukan Setan TNI merupakan nama dari satu kompi prajurit bersenjata yang muncul di wilayah Cirebon, Jawa Barat, dua tahun setelah kemerdekaan RI, tepatnya 20 Agustus 1947.

Seiring berjalan waktu, jumlah personel Pasukan Setan terus bertambah, yang terbanyak datang dari satu kompi pasukan yang berasal dari Banten. Sejak saat itulah Pasukan Setan berganti nama kesatuan menjadi Yon atau disingkat Y Brigade IV Divisi VI/Siliwangi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel