Ternyata Pemimpin Moge Pengeroyok Intel TNI Orang Kepercayaan Wiranto

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama pemimpin Klub Motor Gede (Moge) Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi, Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago beberapa hari terakhir ini menjadi sorotan publik. Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago menjadi sorotan setelah beberapa anak buahnya yang berasal dari komunitas Moge asal Bandung, Jawa Barat itu berulah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad)tahun 1998-1999 itu mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial, dia mengganggap pengeroyokan atas dua anggota TNI AD dari Kodim 0304/Agam itu sebagai hal yang sepele atau kecil.

Sontak saja pernyataan itu menjadi sangat kontroversi, banyak pihak yang menilai bahwa Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago telah melupakan Korps TNI yang telah mendidik dan membesarkan namanya di dunia militer.

Data yang dihimpun VIVA Militer, Selasa, 3 November 2020, ternyata kontroversi Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago tidak hanya terjadi baru kali ini saja. Pada tahun 1998-1999, nama Djamari Chaniago juga sempat menjadi pembicaraan publik. Hal itu terjadi ketika Panglima ABRI (Pangab) Jenderal TNI Wiranto menunjuk Letjen TNI Djamari Chaniago sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Jonny Lumintang yang hanya menjabat kurang dari 24 jam.

Iya, Letnan TNI (Purn) Djamari Chaniago telah mencetak sejarah dalam perjalanan karir militernya, dia dipercaya menjabat Pangkostrad untuk meredam situasi yang saat itu dipercayai tengah memanas pasca-turunnya Presiden RI Jenderal TNI H.M.Soeharto tahun 1998 silam.

Ketika itu persaingan antara Jenderal TNI Wiranto dan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto sangat kuat. Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto diduga kuat ingin menggeser Jenderal TNI Wiranto dari kursi Panglima ABRI ketika itu.

Sampai pada akhirnya, Presiden RI BJ.Habibie masih mempercayakan jabatan Panglima ABRI kepada Jenderal TNI Wiranto, dan posisi Pangkostrad yang ketika itu dijabat oleh Letjen TNI Prabowo Subianto digantikan oleh Letjen.TNI (Purn) Johny Lumintang. Tapi, jabatan Pangkostrad ditangan Letjen TNI Johny Lumintang tidak berlangsung lama, tidak sampai 24 jam, Wiranto mengganti Johny Lumintang dengan Pangdam III/Siliwangi, yaitu Letjen TNI Djamari Chaniago.