Ternyata Rudal Rusia di Sayap Sukhoi TNI Musuh Berat Senjata Amerika

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVAMiliter Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara telah berhasil melakukan ujicoba peluru kendali (rudal) canggih buatan Rusia, KH29TE.

Rudal jarak jauh itu berhasil diujicoba dengan ditembakan menggunakan pesawat tempur Sukhoi Su-30MK dari Home Base Skadron Udara 11 Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Ujicoba rudal berhulu ledak dengan bobot 320 kilogram itu dilakukan di langit Jawa Timur, dengan sasaran target di AWR Pandanwangi Lumajang.

Rudal ini bukan senjata kaleng-kaleng, sejak resmi diproduksi pada 1980, sudah banyak dipakai beli negara-negara dunia. Bahkan, sudah memiliki pengalaman di beberapa medan perang besar.

Peluru kendali berdaya jangkau hingga 30 kilometer ini didesain oleh Molniya untuk senjata menghancurkan berbagai fasilitas dan armada musuh. Rudal ini mampu menghancurkan sebuah kapal berbobot 10.000 ton, juga mampu menghancurkan landasan pacu yang dibuat dari beton.

Tapi yang perlu diketahui, rudal ini merupakan pesaing utama alias musuh paling berat bagi peluru kendali andalan Amerika Serikat AGM-65 Maverick.

Meski sama-sama sebagai rudal jarak jauh udara ke darat, tapi KH29TE disebut-sebut memiliki banyak keunggulan dari AGM-65 Maverick. Dari kecepatan saja, AGM-65 Maverick tertinggal jauh. Walau KH29TE memiliki bobot dua kali dari AGM-65 Maverick, rudal Rusia ini mampu melesat 20 persen dari kecepatan AGM-65 Maverick.

Kecepatan melesat KH29TE mencapai 1.470 kilometer perjam, sedangkan AGM-65 Maverick hanya memiliki kecepatan 1.150 kilometer perjam. Selain itu hulu ledak AGM-65 Maverick juga cuma berukuran 136 kilogram saja.

Rudal yang diproduksi Vympel Tactical Missiles Corporation Rusia ini berkepala pemandu laser semi aktif dan dapat dipandu dengan TV, juga bisa dipandu dengan pelacak inframerah (IIR) serata dengan pelacak radar aktif.

Memang, TNI tak cuma memiliki KH29TE. Namun juga memiliki AGM-65 Maverick yang dipakai di pesawa tempur F-16 A/B Block 15 OCU.

Jika dilihat dari peminatnya, tentu saja rudal Rusia jauh lebih diminati militer dunia, terbukti lebih dari 25 negara membelinya. Sementara AGM-65 Maverick hanya dibeli beberapa negara saja.

Tonton video rudal Rusia melesat dari Sukhoi TNI:

Baca: Prajurit TNI Penjaga Langit RI Dihukum Berat, Seragam Dicopot Jenderal