Ternyata Status Serda TNI Manganang Diungkap oleh Jenderal Kopassus

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Nama seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Korps Angkatan Darat, Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang mendadak heboh akhir-akhir ini.

Serda Aprilia Manganang yang juga dikenal sebagai seorang Atlet Timnas voli putri itu menjadi perbincangan banyak orang karena Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa pada tanggal 9 Maret 2021 lalu baru saja mengumumkan bahwa ternyata Serda Aprilia Manganang adalah seorang laki-laki.

Tentu saja pernyataan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa itu sontak menimbulkan pertanyaan besar sebagian masyarakat, khususnya para netizen. Kenapa status Serda TNI Aprilia Manganang baru kali ini diketahui.

Nah, pada kesempatan ini, Jum'at, 12 Maret 2021, VIVA Militer akan sedikit mengulas asal muasal terungkapnya kelainan medis yang dialami oleh Serda TNI Aprilia Manganang tersebut.

Ternyata, kelainan medis yang dialami oleh Serda TNI Aprilia Manganang itu pertama kali terungkap oleh Jenderal Bintang Dua Korps Baret Merah atau Kopassus. Dia adalah Pangdam XIII/Merdeka, yaitu Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang.

Iya, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Santos Matondang bisa dikatakan sebagai orang yang paling berjasa dalam perjalanan hidup Serda TNI Aprilia Santani Manganang. Karena pada tanggal 3 Februari lalu, Mayjen TNI Santos adalah orang yang pertama kali melakukan pemeriksaan terhadap Serda TNI Aprilia Manganang di Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi, Manado.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim dokter RS Angkatan Darat Wolter Monginsidi itu ternyata menunjukkan kelainan pada Serda TNI Aprilia Manganang. Kemudian Pangdam Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang langsung melaporkan hasil pemeriksaan tim dokter RS Angkatan Darat Wolter Monginsidi itu kepada KSAD, Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Jadi ini semua secara kebetulan, kami melihat, mencermati, termasuk Komandan Satuannya yaitu Panglima Kodam di Manado melihat dan melakukan pemeriksaan dan itu dilakukan pada tanggal 3 Februari yang lalu," kata KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa kepada awak media beberapa hari lalu.

"Dari hasil pemeriksaan di Manado dengan keterbatasan Rumah Sakit Angkatan Darat Wolter Monginsidi, akhirnya saya memutuskan untuk memanggil Pangdam Merdeka dan Sersan Manganang ke Jakarta," tambahnya.

Menurut Jenderal TNI Andika, Serda Aprilia Manganang mengalami kelainan medis sejak lahir yang dikenal dengan sebutan Hipospadia. Sehingga, selama 29 tahun dia diklaim sebagai seorang wanita baik secara administratif Dinas Kependudukan maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Setelah memanggil Serda TNI Aprilia Manganang dan Pangdam Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang ke Jakarta, Jenderal TNI Andika langsung berbicara dari hati ke hati dengan Serda TNI Manganang terkait dengan kondisi yang dia alami.

Dan ternyata, lanjut KSAD, Serda TNI Aprilia menyambut baik dan tampak siap dengan kondisi yang dia hadapi saat ini. "Karena apa? rupanya inilah yang ditunggu-tunggu, sehingga saya hadirkan tim dari RSPAD Gatot Soebroto lengkap, kemudian kita lakukan pemeriksaan secara lengkap di RSPAD dengan menggunakan seluruh fasilitas yang kita punya," ujarnya.

Lebih jauh lagi, Jenderal TNI Andika mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto telah menunjukkan bahwa ternyata Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, dan bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin wanita.

"Kemudian pemeriksaan hormonalnya pun begitu, hormonalnya normal, hormon testetorannya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita bisa meyakini bahwa Sersan Manganan lebih memiliki hormonal yang masuk dalam katergori normal laki-laki," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Jenderal TNI Andika, dengan persetujuan Serda TNI Aprilia Manganang dan keluarganya Tim medis RSPAD Gatot Soebroto akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi korektif atau corrective surgery sebanyak dua kali terhadap Serda Aprilia Manganang.

"Saat ini Sersan Manganang sudah menjalani operasi corecctive surgery pertama, dan secara umum hasilnya baik. Sersan Manganang sekarang masih dalam pemantauan tim dokter RSPAD Gatot Soebroto sambil menunggu jadwal operasi keduanya," kata KSAD.

Perlu diketahui pula, Serda TNI Aprilia Santani Manganang adalah seorang prajurit TNI yang bergabung dengan Angkatan Darat pada tahun 2016 lalu melalui program rekrutmen Bintara Prestasi.

Setelah bergabung di TNI Angkatan Darat, dia pertama ditugaskan di Dinas Jasmani yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Kemudian pada tahun 2018 hingga sekarang, Serda TNI Aprilia Manganang bertugas di Kodam XVIII/Merdeka dibawah komando Pangdam Merdeka, Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang.