Ternyata AS Sudah Siap Tempur Hadapi Iran di Teluk Persia

Radhitya Andriansyah

VIVA – 

Agresi kapal-kapal perang Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) yang diarahkan kepada armada laut Amerika Serikat (AS), ternyata berbuntut panjang. Setelah saling tebar ancaman, ternyata AS sudah menyiapkan armada perangnya pasca peristiwa itu.

Seperti yang diketahui, pada awal April lalu ada 11 kapal perang cepat milik Iran yang mengepung armada laut AS di Teluk Persia. AS merasa dilecehkan, sementara Iran tegyh pendirian aksi itu diarahkan agar AS menaati regulasi laut internasional.

Peristiwa ini menuai kecaman keras Presiden AS, Donald Trump. Dengan tegas, Trump menginstruksikan untuk menghancurkan kapal-kapal perang Iran. Tak mau kalah, Iran lewat Panglima IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami, juga balik mengancam AS jika armada lautnya masih berkeliaran di perairan tersebut.

Ternyata, AS sudah menyiapkan armada tempurnya. Bahkan, armada perang sudah disiapkan sejak di era pemerintahan Barrack Obama. Hal ini merujuk pada data intelijen AS, pada 2007 silam Iran diperkirakan memiliki lebih dari 1000 kapal perang cepat.

Sebagai antisipasi, militer AS menyiapkan dua senjata mematikan di udara, yakni pesawat artileri berat AC-130 dan Helikopter Apache AH-64E.

Selain itu, AS juga sudah menyiapkan pesawat intai P-8A. Pesawat intai tersebut dan pesawat artileri berat AC-130 bahkan mampu beroperasi melakukan pengintaian serta menyerang pada malam hari.

Juru Bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS, Cmdr. (Commander) Rebecca Rebarich, menegaskan siap untuk bertindak mencegah ancaman yang datang.

"Keamanan bertindak sebagai pencegah segala ancaman terhadap AS dan kapal air yang bersekutu," ucap Rebecca dikutip Stripes.com.

Dalam laporan lain, saat ini armada laut IRGC sudah jauh lebih maju. Selain diduga memiliki lebih dari 1000 kapal perang cepat, Iran jyga sudah memiliki kapal perang berpeluru kendali.