Ternyata Tantrum Punya Manfaat Baik untuk Anak, Ini Alasannya

Fimela.com, Jakarta Bagi banyak orangtua, menghadapi anak yang sedang tantrum tentu menguras tenaga dan juga emosi kita. Tantrum yang merupakan ledakan emosi yang kerap terjadi pada anak memang sulit dihindarkan. Bahkan tanpa diprediksi terkadang seorang anak bisa nangis keras, berteriak, hingga histeris, dan sulit untuk ditenangkan.

Melansir dari Parents.com, ternyata tantrum memiliki sejumlah kebaikan bagi anak. Penasaran apa saja? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Lebih baik nangis daripada ditahan

Air mata mengandung kortisol yang merupakan hormon stres. Di saat kita menangis, maka kita melepaskan hormon stres dari tubuh. Saat si kecil menangis, maka akan melepaskan emosi yang ia rasakan, dan di saat tangisan sudah mereda, perhatian dari orang terkasih akan memberikan pengertian pada anak jika hal buruk pasti akan berlalu dan hal baik pasti akan datang.

2. Anak akan tidur lebih baik

Banyak orangtua yang takut menghadapi tantrum anak dengan menghindari segala masalah yang bisa membuat sang anak emosi. Tapi ternyata, hal tersebut akhirnya terpendaam pada diri si kecil dan membuat tidurnya jadi tak nyenyak. Oleh sebab itu, di saat sang anak mengalami tantrum, maka segala emosi sudah terluapkan dan tentunya akan memberi ruang bagi otaknya untuk beristirahat dan membuatnya jadi bisa tidur dengan tenang.

Manfaat tantrum untuk anak

Tanpa diduga, berikut sejumlah manfaat tantrum bagi anak. (Foto: Unsplash)

3. Tantrum mendekatkan hubungan anak dan orangtua

Di saat anak tantrum, secara otomatis orangtua akan menaruh perhatian pada anak dan mencari tahu apa penyebabnya dan membantu menenangkannya. Proses ini menjadikan anak dan orangtua semakin memiliki waktu bersama dan bisa mengetahui satu dan lainnya.

4. Memberi kesempatan kepada orangtua untuk berkata 'tidak'

Banyak orangtua yang tabu untuk mengatakan kata 'tidak' pada anak. Padahal, hal ini sangatlah penting untuk menjelaskan batasan diri pada anak. Dengan cara ini, tentu si kecil bisa belajar dengan tegas, mana yang baik dan tidak untuk dilakukan dan mana hal-hal yang sudah melewati batasan.

 

#ChangeMaker