Terombang-ambing Nasibmu, Philippe Coutinho

Robbi Yanto

VIVA – Tak ada yang menyangka nasib Philippe Coutinho terombang-ambing seperti perahu di tengah lautan. 

Kepindahannya ke Barcelona pada Januari 2018 menjadi penyebabnya. Dengan harga fantastis £146 juta atau Rp2,6 triliun, ekspektasi besar tersandar di pundak Coutinho.

Tapi, epkspektasi tak sesuai realitanya. Dia gagal memberikan performa terbaiknya seperti saat masih di Liverpool. 

Coutinho cuma mencetak 21 gol dari 76 laga bersama Barcelona. Kemudian, dia dipinjamkan Barcelona ke Bayern Munich pada Agustus 2019.

Philippe Coutinho dipinjamkan Barcelona ke Bayern Munich

Dalam klausul peminjaman, Die Roten dan Barca mencantumkan opsi permanen untuk Coutinho.

Setidaknya, dilansir Sky Sports, uang sebesar £109,8 juta atau setara Rp1,8 triliun, harus dikeluarkan Bayern untuk mempermanenkan status Coutinho.

Namun, Bayern menyatakan tidak akan mengaktifkan opsi pembelian Coutinho. Keputusan ini disampaikan Chairman Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, kepada majalah Der Spiegel, Sabtu 23 Mei 2020. "Opsi itu sudah kadaluarsa dan kami tidak mengaktifkannya," kata Rummenigge.

Semasa menjalani peminjaman, Coutinho total mencatatkan 32 penampilan. 23 di antaranya dalam pertandingan Bundesliga. 

Namun, penggawa timnas Brasil ini hanya 15 kali dimainkan sebagai starter. Dari penampilannya itu, kontribusi Coutinho tak begitu mentereng. Dia cuma sembilan gol dan delapan assist.

Keputusan Bayern tentu membuat Coutinho harus kembali ke Barca. Tapi, situasinya sudah tak sama lagi seperti dia meninggalkan Barca pada 2019 lalu. Persaingan di lini serang Barca semakin ketat.

Gelandang serang Barcelona, Philippe Coutinho

Baca Juga: Rayuan Maut Setien Agar Neymar Kembali ke Barcelona

Selain ada pemain langganan seperti sang kapten Lionel Messi dan Luis Suarez, kini Coutinho harus menerima kenyataan bersaing dengan Antoine Griezmann.

Tapi, ada secercah harapan untuk Coutinho. Dia kembali saat Barca dilatih oleh Quique Setien. Pasalnya, penampilan buruk Coutinho terjadi di masa Barca di bawah asuhan pelatih Ernesto Valverde,

Ketika itu, Valverde selalu menggunakan Coutinho sebagai pemain sayap kiri. Namun, pemain 27 tahun itu tidak pernah cocok dengan perannya itu di Camp Nou. Jelas saja, karena Coutinho biasa bermain sebagai playmaker di Liverpool

Coutinho cuma mencetak 21 gol dari 76 penampilannya di semua ajang dalam dua musim berkostum Blaugrana. 

Quique Setien juga sempat mengatakan bahwa dia ingin pemain Brasil itu tetap di Nou Camp musim depan. Berbicara kepada RAC1, Setien berkata: "Saya pikir Coutinho adalah pemain hebat, saya sangat menyukainya," ucap Setien.

Gelandang serang Barcelona, Philippe Coutinho

Di satu sisi, Coutinho juga berpotensi untuk kembali bermain di Premier League. Bukan Liverpool yang akan memulangkannya. Namun, Chelsea dikabarkan tertarik untuk meminang Coutinho.

Masalahnya adalah, Chelsea diminta membayar 87 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk menutup biaya transfer Coutinho oleh Barcelona.

Dengan pengalaman di Premier League, Coutinho seharusnya tidak mengambil banyak waktu untuk beradaptasi dengan kompetisi pada comeback-nya. Tapi itu masih harus dilihat apakah The Blues siap untuk memenuhi tuntutan transfer Blaugrana.

Baca Juga:

10 Striker Paling Mengerikan di Dunia Sebelum Berusia 21 Tahun

Sama-sama Mengerikan, 5 Fakta Menarik Wolfsburg Vs Dortmund

Ketika Air Mata Mike Tyson Menetes Mengenang Sahabat Sejati