Teror Awan Hitam Bikin Astronot Amerika Batal Mengudara

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Teror awan hitam membuat astronot Amerika batal mengudara. Awan hitam disertai petir membuat Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunda peluncuran dua astronot mereka, Bob Behnken dan Doug Hurley, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang menggunakan kapsul Crew Dragon roket Falcon 9, keduanya milik SpaceX.

Pembatalan dilakukan hanya beberapa menit dari jadwal peluncuran. NASA mengonfirmasi pembatalan tersebut lewat akun Twitter resminya, Kamis pagi, 28 Mei 2020. Mereka juga menerangkan alasan penundaan karena kondisi cuaca buruk di sekitar lokasi peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, AS.


SpaceX juga mengabarkan hal yang sama soal pembatalan peluncuran ini. Dalam akun Twitter resmi, perusahaan milik Elon Musk itu menerangkan rencana peluncuran berikutnya akan dilakukan pada Sabtu, 30 Mei pukul 15.22 EDT atau Minggu dini hari, 31 Mei 2020 pukul 02.22 WIB.

Soal cuaca buruk sudah diprediksi sebelumnya oleh Kepala Misi Kru SpaceX, Benji Reed. Ia mengatakan pembatalan bisa menunda penerbangan hingga satu tahun. "Saya berekspektasi akan ada kemungkinan tinggi karena cuaca. Dan diberikan waktu hingga setahun, tidak akan membuat saya terkejut," ungkapnya.


Izin meluncur juga harus melewati restu Skuadron Prakiraan Cuaca (45th Weather Squadron) milik Angkatan Udara AS yang akan menganalisa keadaan cuaca di atas sana. Skuadron tersebut akan memberi lampu merah atau hijau kira-kira 4 dan 30 menit sebelum lepas landas.

Jika jadi terbang ke luar angkasa, kedua astronot NASA ini akan menghabiskan 24 jam di orbit, sebelum bergabung dengan International Space Station, sekitar 250 mil atau 402 km di atas Bumi. Dengan Demo-2 menjadi gerbang pembuka penerbangan berawal ke Bulan, Mars dan sekitarnya.

Roket Falcon 9 dan kapsul Crew Dragon akan meluncur dari Pad 39A, landasan bersejarah di Kennedy Space Center yang sebelumnya digunakan untuk misi Apollo 11 dan pesawat ulang-alik. Satu astronot AS dan dua kosmonot Rusia saat ini sudah berada di ISS.