Teror Corona bagi Boneka Pengusir Bala

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Perawakanku Tinggi Besar. 2,5 meter dan lebar kurang lebih 80 centimeter agar orang yang menggerakkan ku bisa leluasa berlindung di dalam jubah. Sehingga, bila aku berjalan seperti menggantung gondel-gondel. Sebab itu orang memanggilku Ondel-Ondel, boneka khas Betawi.

Anak-anak bermain dekat ondel-ondel di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak bermain dekat ondel-ondel di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Beberapa orang menilai rupaku menyeramkan. Sebab dulu kala aku digunakan untuk mengusir bala. Bisa jadi itu makna rupa seram yang membuat anak-anak menangis saat melihatku dari jauh pun dekat.

Lain dulu lain sekarang. Aku tak sekedar menjadi penanda hal-hal mistis pengusir kesialan dan bencana, tetapi juga budaya. Aku diperkenalkan di acara adat, seremoni nasional bahkan internasional. Bahkan, kala kontroversi muncul kala diriku diperdebatkan antara layak tidaknya Ondel-Ondel digunakan mengamen, keluar masuk gang ke gang, jalan ke jalan.

Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Ketika ada pagelaran atau hajat besar, aku dan majikanku senang. Itu artinya ada rezeki untuk majikan dan keluarganya.

Meski tidak banyak namun setidaknya dapur tetap bisa ngebul. Kebutuhan sehari-hari tercukupi. Bila ada lebih dari uang didapat, maka ia menyisihkan untuk tabungan bakal kebutuhan kelak sewaktu-waktu.

Pengamen membawa ondel-ondel dengan bajaj di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pengamen membawa ondel-ondel dengan bajaj di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Namun, suasana berbeda akhir-akhir ini. Hajat dan perhelatan besar absen hampir setahun belakangan di Ibu Kota. Penyebabnya wabah corona yang menghantui seluruh dunia, bukan hanya Indonesia, bukan hanya Jakarta.

Jangankan menjadi penghias hajatan kecil-besar. Setiap orang diminta untuk tidak berkerumun dan menjaga jarak. Ini ditegaskan demi memutus penyebaran Covid-19.

Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Seniman atau perajin mengungkapkan pendapatan dari hasil menjual serta menyewakan ondel-ondel menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Teman majikanku di Keramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat mengaku pendapatannya turun hingga 50 persen, karena tidak ada yang membeli atau menyewa ondel-ondel. Tentunya ini menjadi cobaan bagi pengrajin, penyewaan Ondel-Ondel.

Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Perajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Kramat Pulo, Senen, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Meski demikian, beberapa pengrajin di sana tetap memproduksi Ondel-Ondel. Tidak ada cara lain selain berharap kondisi segera pulih dan berdoa wabah minggat dari Indonesia dan kami bisa kembali mencari berkah.

Ondel-ondel yang mengenakan masker dipajang di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Ondel-ondel yang mengenakan masker dipajang di Kramat Pulo, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Pendapatan sejumlah sanggar ondel-ondel di Kramat Pulo merosot karena larangan menggelar pesta pernikahan atau sejenisnya selama pandemi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)