Teror KKB, 5 Daerah di Papua Diminta Tidak Gelar Salat Id di Lapangan Terbuka

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta agar tidak dilaksanakannya salat id di lapangan terbuka, mengantisipasi aksi teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di 5 daerah rawan.

"Situasi keamanan di lima kabupaten yang ada di Provinsi Papua masih kurang kondusif karena aksi KKB, untuk itu saya harap tidak digelar (salat id) di lapangan terbuka," kata Irjen Fakhiri, Minggu (1/5).

Lima kabupaten yang dimaksud adalah, Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Puncak, Intan Jaya dan Kabupaten Nduga.

Karenanya, Irjen Fakiri meminta pelaksanaan Salat Id yang akan dilakukan umat muslim pada Senin (2/5/2022) pagi, diminta dilakukan di tempat tertutup.

"Saya yakin Kapolres tahu risiko kalau (Salat Id) di lapangan itu bagaimana, Sehingga saya minta melakukan pendekatan kepada ulama setempat kalau bisa (Salat Id) di tempat tertutup," ujar Kapolda.

Ia pun memastikan, seluruh personel keamanan yang berada di lima kabupaten tersebut dalam kondisi siaga walau sebagian dari mereka akan ikut merayakan Hari Raya Idulfitri.

Sementara Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito memastikan pelaksanaan Salat Id di wilayah kerjanya akan dilakukan di dalam Masjid.

"Untuk kegiatan Salat Id akan dilaksanakan di Masjid besar di Oksibil," kata Cahyo, Minggu (1/5/2022) malam.

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang personel TNI dan Polri yang tengah mengamankan jalannya ibadah minggu di Gereja Protestan Okbibab, Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (1/5) pagi.

Akibatnya, satu personel Polri dan personel TNI mengalami luka tembak.

"Tadi pagi ada kejadian yang sangat kita sayangkan karena terjadi saat personel sedang melakukan pengamanan ibadah. Ada dua personel TNI-Polri yang mengalami luka tembak," ujar Kapolres.

Kedua anggota yang tertembak adalah Bripda Vany Perdana, anggota Batalyon C Resime III, mengalami luka tembak di bagian pinggang dan Pratu Willy Jhon, anggota Satgas Kodim Yonif 431/SSP, terkena tembakan di bagian kaki.

Minggu siang, kedua korban telah di evakuasi dari Oksibil ke Kota Jayapura dan saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah sakit di Kota Jayapura. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel