Teroris Bandung Diduga Terkait Jaringan Hacker

TEMPO.CO, Jakarta - Terduga teroris yang dibekuk di Bandung pada Kamis, 30 Agustus 2012, diduga terlibat kelompok yang meretas situs perdangangan valuta asing untuk mendanai aksi teror. Mawan Kurniawan, 31 tahun, yang ditangkap di Cisaranten, Arcamanik, Kota Bandung, itu diduga berperan sebagi peretas alias hacker.

»Dia diduga masih satu kelompok dengan Rizki Gunawan, yang terlibat aksi hacking di Medan,” kata Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar kepada Tempo, Jumat, 31 Agustus 2012.

Marwan diduga menggunakan ilmunya untuk meretas situs perdagangan online. »Dia membantu menjebol situs investasi online untuk mendapatkan dana,” kata Boy. Mawan memang berprofesi sebagai programmer di salah satu pengelolaan jasa informatika, CV Jaga Data Infomatika. Kemarin, ia ditangkap di dekat kantornya pada pukul 08.30 WIB oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Marwan dan kelompoknya diduga beraksi mengumpulkan uang dengan cara meretas situs perdagangan online. Dana itu kemudian digunakan untuk mendanai aksi terorisme, salah satunya mendanai biaya pelatihan teroris di Poso sebesar Rp 500 juta. Selain itu, peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton (GBIS Kepunton) di Tegalharjo, Jebres, Solo, pada 25 September 2011 pun diduga didanai kelompok itu.

Selain menangkap Marwan, kemarin polisi juga menggeledah ruang kerja dan tempat tinggal Marwan di Cisaranten, Arcamanik, Bandung. Dari kantor Marwan, polisi menyita dua perangkat komputer. Sedangkan dari kediamannya polisi menyita 1 unit CPU dan 2 buah laptop. Selain itu, BPKB dan STNK mobil Nissan D-1288-PE, tiga buku rekening Bank Mandiri, 2 telepon genggam, 1 flashdisk, dan 60 keping CD, turut disita.

Sebelum menangkap Marwan, polisi sudah membekuk Rizky Gunawan pada 3 Mei 2012 di Stasiun Gambir, Jakarta, dan menangkap Cahya Fitrianta pada 17 Maret 2012 di sebuah hotel di Jalan Dewi Sartika, Bandung. Ketiganya diduga beraksi dalam kelompok yang sama.

ANGGRITA DESYANI

Terpopuler:

Soal Salah Pangkat, KPK Heran Polisi Telat Beri Kabar

Indonesia Media Watch Laporkan TV One ke KPI 

Tegur Anak Tidur, SBY Bakal Disurati Komnas Anak

Berdebat 9 Jam, Yaeni Akhirnya Ditahan

Simulator SIM, 4 Polisi yang Mangkir Dipanggil KPK Lagi

Hanya MUI Jawa Timur yang Teken Fatwa Syiah Sesat

Demokrat Emoh Pilih Caleg Artis Lagi

Pramono: Anak-anak dan SBY Sama-Sama Lelah

Polisi Ditembak, Perbatasan Solo Dijaga Ketat 

Sultan Dilarang Berpartai, Apa Kata Ratu Hemas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.