Teroris Santhanam Pernah Lindungi Umar Patek  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin kelompok teroris yang diduga mau meracuni polisi, Santhanam, mengaku pernah melindungi Umar Patek atas permintaan mentornya, Ali Miftah. "Ali Miftah yang minta," ujarnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 31 Januari 2012.

Terdakwa Santhanam mengatakan Ali, kawan sekaligus mentor agamanya, menyuruhnya melindungi teroris kasus Bom Bali itu dalam pelarian. "Saya saat itu tidak kenal siapa Umar," ujarnya.

Ia lalu mengaku mengenal Umar Patek di tahanan Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat. "Saya masih tidak tahu apa yang dilakukannya, sehingga harus dilindungi," ujarnya.

Santhanam ditangkap bersama enam temannya pada Juni 2011 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain Santhanam dan Ali Miftah, mereka adalah Martoyo, Jumarto, Umar, Paimin, dan Budi Supriadi. Mereka berencana menyebarkan racun yang diolah dari buah jarak dan dimasukkan dalam botol air kemasan.

Dalam dakwaannya jaksa penuntut umum mengatakan kelompok ini berupaya melakukan permufakatan jahat, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme. Selain Jakarta, mereka juga diduga telah menetapkan target sasaran kepolisian di beberapa wilayah Indonesia, yakni di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

Saat markas mereka digeledah, polisi menemukan sejumlah senjata api model pulpen, 8 senjata api rakitan, dan lima butir peluru. Selain itu ditemukan pula pelarut toluena, metanol, benzena, etil benzena, trimetil benzena, p-xilena, phospire (PH3), dan arsenik.

Mereka dijerat Pasal 9 Perppu No 1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan terancam pidana lebih dari 15 tahun. Khusus Santhanam dan Ali Mufthi, mereka terancam pidana paling berat, yakni hukuman mati. Keduanya dianggap sebagai dalang tindak pidana terorisme ini.

M. ANDI PERDANA

Politik Terpopuler

Empat Tokoh Ini Disiapkan Gantikan Anas

Jejak Setoran ke Angelina Sondakh Kian Terang

Kisah Miranda Goeltom dan 13 Butir Durian

Yulianis Diserang Tiga Kasus ke Polisi

Ibas Tak Tahu Soal 'Kocok' Ulang Pengganti Anas

Demokrat Jawa Tengah Usul Anas Non Aktif Dulu

Miranda Sangkal Tuduhan KPK

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.