Terpapar Covid-19, Calon Jemaah Haji Tuban Gagal Berangkat Kloter Pertama

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu orang calon jemaah haji (CHJ) asal Tuban, gagal berangkat pada kloter pertama karena positif terpapar Covid-19. Selain satu jemaah itu, 3 orang jemaah lainnya juga turut gagal berangkat pada kloter awal ini dikarenakan alasan administratif.

"Satu jemaah untuk kloter 1 belum berangkat karena positif Covid-19," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ahmad Munir, pada wartawan, Jumat (3/6).

Selain itu, ada tiga orang CHJ Tuban yang juga gagal ikut berangkat pada kloter pertama ini. Mereka tertunda lantaran masalah administrasi dan ada yang masih recovery pasca-operasi.

"Salah satu dari empat orang tersebut adalah Pak Wabup Tuban Riyadi, yang masih menunggu surat izin terlebih dahulu dari Kemendagri karena statusnya sebagai pejabat publik," tambah Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Pada kloter pertama ini, ada 446 orang CJH dari total 590 CJH yang akan berangkat. Sebelumnya, menurut data dari Kemenag Tuban ada 450 CJH yang berangkat pada kloter pertama, tetapi ada 4 jemaah haji yang ditunda.

"Ke empatnya akan tetap berangkat di tahun ini. Tetap berangkat, tinggal tunggu semua selesai. Untuk Wabup suratnya juga sudah turun," jelas Bupati Tuban.

Lalu untuk kloter ke dua ada sebanyak 143 orang CJH asal Tuban yang rencananya akan berangkat pada Sabtu, 4 Juni 2022 pukul 08.00 Wib. Sehingga, total calon jemaah haji Tuban yang berangkat ke tanah suci sebanyak 593 orang pada tahun ini.

Lebih lanjut, calon jemaah haji Tuban bermalam satu hari di asrama haji Surabaya. Kemudian, keesokan paginya mereka akan terbang dari Bandara Internasional Juanda dan rencana masuk Madinah pukul 18.55 Wib.

"CJH pulang kembali ke tanah air direncanakan tanggal 17 Juli baik untuk kloter 1 dan 2, mohon para penjemput menjemput di Tuban saja," pungkasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel