Terpapar Covid-19, Putri Candrawathi Mengeluh Sakit Sejak Kemarin

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo terpapar Covid-19. Hal itu pula yang menyebabkan Putri mengikuti sidang secara online hari ini, Selasa (22/11).

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan, Putri sudah mengeluh sakit sejak Senin (21/11) kemarin.

"Baru kemarin setelah yang bersangkutan mengeluh sakit. Setelah dicek ada positif, reaktif lah gitu," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan.

Ketut mengaku belum mengetahui darimana Putri bisa tertular virus Covid-19 saat berada di Rutan Salemba, Cabang Kejaksaan Agung. Namun diduga, Putri terpapar karena keluar masuk ruang tahanan untuk mengikuti sidang.

"Ya saya nggak tahu tertularnya di mana, orang yang, kondisi yang bersangkutan lagi sidang keluar masuk tahanan, kan bisa saja tertular kan," jelasnya.

Dikarenakan Putri terpapar, dilakukan tracing pada pegawai dan tahanan di Rutan Salemba. Saat ini, baru Putri yang terpapar Covid-19 di Rutan Salemba.

"Sekarang semua pegawai kita tracing tiap pagi, wajib," katanya.

Sebelumnya, terdakwa Putri menjalani sidang hari ini secara online atau virtual dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Karena Putri yang hadir secara online, maka Tim Penasihat Hukum meminta supaya diberikan akses komunikasi melalui ponsel agar koordinasi berjalan dengan lancar selama persidangan. Sementara terdakwa Ferdy Sambo hadir secara langsung ke persidangan.

Adapun dalam sidang hari ini, JPU telah menghadirkan total sebanyak 12 saksi untuk dimintai keterangannya. Di antaranya, petugas nakes, sopir ambulance, mantan ajudan, pekerja CCTV, hingga ART.

1. Anita Amalia (Customer Service Layanan Luar Negeri Bank BNI KC Cibinong).
2. Bimantara Jayadiputro (Provider PT Telekomunikasi Seluler bagian Officer Security and Tech Compliance Support).
3. Victor Kamang (Legal Counsel pada provider PT XL AXIATA).
4. Tjong Djiu Fung alias Afung (Biro jasa CCTV).
5. Raditya Adhiyasa (Pekerja lepas di Biro Paminal).
6. Ahmad Syahrul Ramadhan* (Sopir Ambulans).
7. Nevi Afrilia (Petugas Swab di Smart Co Lab).
8. Ishbah Azka Tilawah* (Petugas Swab di Smart Co Lab).
9. Adzan Romer dan 3 mantan ajudan Ferdy Sambo lainnya, yakni,Daden Miftahul Haq, Prayogi Ikatara Wikaton dan Farhan Sabilah.

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut Jaksa. [lia]