Terpapar Covid, Putri Candrawathi Jalani Sidang Online

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang pembunuhan Brigadir Nofrianysah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ada 12 saksi yang rencananya dihadirkan pada persidangan hari ini.

Tetapi, Putri tampak tak menghadiri secara langsung persidangan. Putri ternyata positif Covid-19 sehingga mengikuti jalannya persidangan secara virtual atau online.

"Izin Bapak untuk terdakwa PC kami dapat informasi terkait kesehatan terdakwa PC. Hasil laboratorium klinik Adhyaksa, beliau positif covid. Namun jika berkenan kami hadirkan via online," kata jaksa penuntut umum (JPU) saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/11).

"Bagaimana?" tanya Hakim Ketua Djuyamto meresposn informasi tersebut.

"Tidak keberatan," ujar JPU.

Dikarenakan Putri mengikuti sidang secara online, maka Tim Penasihat Hukum meminta supaya diberikan akses komunikasi melalui ponsel agar koordinasi berjalan dengan lancar selama persidangan.

"Izin Yang Mulia kita minta dalam sidang online klien kami bisa didampingi teman kami yang sedang menuju kejaksaan. Dan kami minta dibuka akses untuk komunikasi by phone," pinta Arman.

putri candrawathi sidang online
putri candrawathi sidang online

"Mohon izin Yang Mulia. Saya siap menjalankan persidangan hari ini," kata Putri.

"Baik seandainya nanti itu, saudara bisa berkomunikasi ke pengacara ya. Karena covid, maka kami akan berikan akses besar untuk komunikasi dengan PH melalui komunikasi hp," ujar hakim.

Sementara Sambo tampak hadir langsung. Sambo memasuki ruang sidang pukul 10.00 Wib.

Di persidangan hari ini, JPU menghadirkan total 12 saksi untuk dimintai keterangannya. Terdiri dari petugas nakes, sopir ambulans, mantan ajudan, pekerja CCTV, hingga ART.

1. Anita Amalia (Customer Service Layanan Luar Negeri Bank BNI KC Cibinong).
2. Bimantara Jayadiputro (Provider PT Telekomunikasi Seluler bagian Officer Security and Tech Compliance Support).
3. Victor Kamang (Legal Counsel pada provider PT XL AXIATA).
4. Tjong Djiu Fung alias Afung (Biro jasa CCTV).
5. Raditya Adhiyasa (Pekerja lepas di Biro Paminal).
6. Ahmad Syahrul Ramadhan* (Sopir Ambulans).
7. Nevi Afrilia (Petugas Swab di Smart Co Lab).
8. Ishbah Azka Tilawah* (Petugas Swab di Smart Co Lab).
9. Adzan Romer dan 3 mantan ajudan Ferdy Sambo lainnya.

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut Jaksa.

[lia]