Terry Jones: 'Innocence of Muslims' Tidak Dimaksudkan Menghina Muslim

Miami (AFP/ANTARA) - Film yang memicu protes keras di Timur Tengah mengenai ceritanya tentang keyakinan Islam tidak dimaksudkan untuk menghina Islam, ujar Terry Jones, pastor kontroversial Amerika serikat yang mendukung film tersebut pada Rabu.


Jones, yang memicu protes keras pada masa lalu dengan membakar Al-Quran, juga bersikeras bahwa kematian duta besar AS untuk Libya dan tiga warga AS lainnya dalam sebuah serangan yang terjadi di Benghazi bukan disebabkan film tersebut.


"Kami telah menghubungi produser film yang berjudul 'Innocent of Muslims' itu untuk membantu mendistribusikannya," ujar Jones dalam sebuah pernyataan, mengacu pada film yang menghina Nabi Muhammad, dengan durasi 14 menit yang tersedia secara online.


"Film tersebut tidak dimaksudkan untuk menghina masyarakat Muslim, namun... untuk mengungkapkan kebenaran mengenai Nabi Muhammad yang mungkin belum diketahui secara luas," ujarnya, yang menambahkan hal tersebut "sangat jelas bahwa Tuhan tidak mempengaruhinya dalam penulisan Al-Quran."


"Hasil agama berbicara untuk diri mereka sendiri. Misalnya kekerasan dan kematian yang terjadi baru-baru ini tidak disebabkan karena film tersebut, bukan disebabkan karena kegiatan yang kami lakukan dan kami akan tetap melanjutkannya."


"Jenis serangan seperti itu harus benar-benar ditolak. Orang-orang tersebut harus bertanggungjawab."


Presiden AS, Barack Obama, dengan cepat memerintahkan peningkatan keamanan terhadap misi diplomatik AS di seluruh dunia setelah protes keras yang terjadi pada Selasa, bertepatan dengan peringatan serangan 11 September.


Jones mengatakan bahwa protes yang disertai dengan kekerasan di kota Benghazi, Libya dan di ibu kota Mesir "kembali menunjukkan Islam yang sesungguhnya. Islam tidak mentoleransi kritikan terhadap Nabi Muhammad, Al-Quran atau hukum Syariah."


"Karena ketakutan mereka akan kritikan, mengetahui bahwa jika Islam dan Al-Quran diperiksa secara seksama, Muhammad dan Al-Quran akan mengungkapkan apa adanya, sebuah kebohongan dan penipuan," ujar pastor yang berbasis di Florida.


Pada 2010, Jones memicu kecaman luas mengenai rencananya melakukan pembakaran kitab suci umat Islam, Al-Quran, untuk menandai peringatan serangan 11 September di AS.


Jones membatalkan rencananya di bawah tekanan dari para pemimpin dunia, namun gtetap mengancam akan membakar Al-Quran memicu protes luas di Afghanistan, yang sedikitnya menewasakan 12 orang.


Sebelumnya pada Rabu, pejabat tinggi militer AS, Jend. Martin Dempsey, mengimbau Jones untuk menarik dukungannya terhadap film tersebut, ujar seorang juru bicara Pentagon.


"Dalam pembicaraan yang singkat, Jend Dempsey mengungkapkan kekhawatirannya mengenai film tersebut, yang akan memicu ketegangan dan menyebabkan kekerasan," ujar juru bicaranya, kolonel Dave Lapan dalam sebuah email.


"Dia meminta Tn. Jones untuk mempertimbangkan penarikan dukungannya untuk film tersebut," ujarnya.


Namun, seorang pejabat senior pemerintahan tidak berjanji akan menghentikan promosi film tersebut.


"Dia mendengar kekhawatiran pemimpin tersebut namun dia tidak berkomitmen apa-apa," ujar pejabat tersebut kepada para reporter. (dh/jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.