Tersambung Listrik, Desa Perbatasan Indonesia–Malaysia Kini Terang Benderang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sesuai dengan komitmen Pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk memperluas akses jaringan listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). PLN kini telah memasang sambungan jaringan listrik di malam hari untuk delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Delapan desa yang sudah dapat menikmati terang listrik, yaitu Desa Pala Pasang dan Desa Suruh Tembawang terletak di Kabupaten Sanggau. Serta Desa Laja Sandang, Desa Kumang Jaya, Desa Semuntik, Desa Kantuk Asam, Desa Kantuk Bunut, dan Desa Merakai Panjang yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Saat ini, peningkatan rasio elektrifikasi difokuskan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Namun, pemerataan itu harus pula disertai dengan tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi dikutip melalui laman resmi setkab.go.id, pada Kamis (25/3/2021).

Adapun dengan adanya sambungan jaringan listrik ini, Bupati Kapuas Hulu mengapresiasi kepada pemerintah dan PLN atas pemenuhan listrik untuk masyarakat perbatasan, khususnya wilayah Kapuas Hulu.

“Atas nama Bupati Kapuas Hulu, saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PLN serta seluruh pihak sehingga proyek listrik pedesaan ini dapat diselesaikan. Saya juga berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat instalasi listrik yang ada,” kata Fransiskus Bupati Kapuas Hulu.

Garda Terdepan

Pekerja memperbaiki kabel listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 Lontar, di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4/2020). PLN (Persero) memutuskan untuk menunda sejumlah proyek listrik meski berpotensi mengganggu jalannya program 35.000 MW. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja memperbaiki kabel listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 3 Lontar, di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/4/2020). PLN (Persero) memutuskan untuk menunda sejumlah proyek listrik meski berpotensi mengganggu jalannya program 35.000 MW. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sementara itu, General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo menyampaikan hal ini sebagai komitmen PLN dalam memberikan layanan listrik terbaik kepada masyarakat hingga garda terdepan, serta akan terus melakukan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Saat ini sudah ada 654 pelanggan yang telah teraliri listrik. Hadirnya listrik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah 3T,” jelas Ari.

Dengan masuknya jaringan listrik pada delapan desa tersebut, PLN telah melaksanakan pembangunan perluasan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 82,55 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 28,71 kms.

Serta, 21 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 1.125 kilovolt ampere (kVA). Kemudian, potensi pelanggan yang akan teraliri listrik sebanyak 1.270 pelanggan pada pembangunan infrastruktur baru tersebut.

Reporter: Anisa Aulia

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: